• Rabu, 29 Juni 2022

12 Sapi di Ketapang Suspek PMK, Distanakbun Lakukan Pemantauan

- Jumat, 20 Mei 2022 | 14:59 WIB
Ilustrasi  (Insidepontianak.com/Dok IP)
Ilustrasi (Insidepontianak.com/Dok IP)

KETAPANG, insidepontianak.com Dinas Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun) Ketapang, temukan 12 sapi ternak warga di Kecamatan Benua Kayong dan Kecamatan Manis Mata, supsek atau dicurigai terinfeksi penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Terhadap 12 sapi itu pun kini dilakukan pemantauan secara ketat. Pihak Distanakbun Ketapang sendiri sudah melakukan pengambilan sampel untuk diteliti di laboratorium.

Kepala Distanakbun Ketapang, Sikat Gudag melalui Subkoordinator Bidang Peternakan, Eko Sutanto mengatakan, temuan 12 sapi dicurigai alami PMK itu sejak 20 April 2022.

Temuan itu lngsung ditindaklanjuti. Surat imbauan kepada peternak mewaspadai PMK pun telah diterbitkan pada 9 Mei 2022.

Distanakbun Ketapang juga langsung menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait, untuk memperkuat pengawasan hewan ternak warga di lapangan.

Baca Juga: Penyakit Mulut dan Kuku Mewabah, Peternak Kambing di Bengkayang Gelisah

"Karena memang sudah ada masuk gejala PMK pada sapi di Desa Mulia Kerta 3 ekor, Desa Kinjil Pesisir 7 ekor, di Desa Asam Besar dua ekor. Semuanya suspek," kata Eko Susanto, Kamis  (19/5/2022)

Menurut Eko, hasil investigasi, dugaan kasus PMK pada 12 ekor sapi ini dicurigai tertular dari 20 ekor sapi yang didatangkan dari Kalimantan Tegah (Kalteng) untuk persiapan hari raya Idulfitri.  

Kemudian, baru 6 Mei ada informasi dari petugas di lapangan bahwa beberapa sapi lokal menunjukkan gejala yang mirip dengn penyakit mulut dan kuku.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X