• Senin, 8 Agustus 2022

Jika Tarif Air PDAM Tirta Pancur Aji Sanggau Naik, Hendrykus Bambang: Jangan Lagi Layanan tak Maksimal

- Kamis, 19 Mei 2022 | 16:08 WIB
Air-Laut-Sumber-Air-Bersih (net)
Air-Laut-Sumber-Air-Bersih (net)

SANGGAU, insidepontianak.com – DPRD Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat bisa saja menaikan tarif air PDAM Tirta Pancur Aji hingga 300 persen tapi dengan sejumlah syarat. Salah satunya layanan harus lebih baik.

“DPRD bisa saja menyetujui rencana kenaikan tarif tersebut tapi tak semudah itu,” kata Ketua Komisi II DPRD Sanggau, Hendrykus Bambang, (19/5/2022).

Ada sejumlah pertimbangan yang membuat pembahasan masih alot di tingkat DPRD. Kenaiakn yang cukup besar meski dihitung tarif atas dan tarif bawah tetap memberatkan masyarakat. Namun, kenaikan itu harus dilakukan mengingat kerugian PDAM Tirta Pancur Aji selalu terjadi tiap tahun.

Baca Juga: Tekor Hingga Rp 5 Miliar, Kenaikan Tarif Air PDAM Tirta Pancur Aji Masih Alot Dibahas

Tercatat penerimaan dari konsumen hanya Rp 13 miliar per tahun. Sementara beban operasional keseluruhan PDAM Tirta Pancur Aji jauh lebih besar hingga Rp 18 Miliar lebih.

“Tekor Rp 5 Miliar. Jadi setiap tahun rugi terus. Tak ada untung, tekor yang ada,” terang Hendrykus Bambang.

Jika tarif air PDAM Tirta Pancur Aji dinaikan, dengan hitung-hitungan seperti mengacu pada Pemendagri nomor 21 tahun 2020 tentang perubahan Pemendagri nomor 71 tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum.

“Jadi penetapan tarif dasar atas dan tarif dasar bawah. Untuk Kabupaten Sanggau tarif batas atas Rp 10.061 sementara tarif batas bawah Rp 5.623. Jadi mengacu dari itu, maka PDAM Tirta Pancur Aji mengusulkan kenaikan tarif,” ungkap Hendrykus Bambang.

Jika jadi naik, ada sejumlah tugas PDAM Tirta Pancur Aji harus dilakukan. Seperti keluhan dari konsumen terkait pelayanan. Di Kecamatan Kapuas, ia mendapat masukan dan informasi terkait kondisi pelayanan PDAM Tirta Pancur Aji belum maksimal.

“Hak-hak konsumen juga menjadi atensi kita. Belum bisa dikatakan Perusda yang menyuplai air minum. Karena badan usaha ini adalah badan usaha milik daerah air minum, bukan air mandi, air keruh. Air ini kan dibutuhkan 24 jam sehari, jadi harus mengalir terus. Jadi masalah itu kalau hujan keruh, dan kemarin sempat tak mengalir. Jadi itu harus dibenahi,” beber Hendrykus Bambang.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

30 Anak di Tayan Hilir Sanggau Dikhitan Massal

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:15 WIB
X