• Rabu, 29 Juni 2022

Kena Sanksi, Dinkes Kalbar Tutup Lab di PLBN Entikong

Abdul Halikurrahman
- Selasa, 17 Mei 2022 | 21:18 WIB
Ilustrasi tes PCR (Insidepontianak.com/Ist)
Ilustrasi tes PCR (Insidepontianak.com/Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dinas Kesehatan Kalbar, tutup laboratorium swasta di PLBN Entikong.

Kebijakan itu sebagai sanksi atas praktik penetapan tarif PCR melebihi ketentuan yang diterapkan Laboratorium tersebut.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar pun kini terus menelusuri motif dari penerapan tarif PCR senilai Rp450 hingga Rp 600 ribu yang diberlakukan laboratorium swasta di PLBN Entikong itu.

"Dari laporan yang kita dapatkan, ini langsung kita tindaklanjuti dan sudah kita beri teguran dan sanksi keras dengan menutup sementara laboratorium tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Hary Agung Tjahyadi, dikutip dari Antara, Selasa (17/5/2022).

Baca Juga: Antisipasi Hepatitis Akut, Hary Agung: Dinkes Kalbar Siagakan Obat-obatan ke Fasyankes

Hary Agung Tjahyadi menegaskan, seluruh laboratorium tak boleh menarik tarif biaya tes PCR  yang melebihi ketentuan sebagaimana Surat Edaran (SE) nomor HK.02.02/I/4198/2021 tentang Pelaksanaan Ketentuan Atas Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Covid-19, senilai Rp275 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali, serta Rp300 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali.

"Untuk itu, kita telah menutup sementara laboratorium swasta yang patok tes PCR di Pos Lintas PLBN Entikong seharga Rp600 ribu. Untuk sementara, kegiatan pengambilan swab dan pelaksanaan operasional pemeriksaan PCR oleh laboratorium swasta di Entikong dihentikan terlebih dahulu," tuturnya.

Sebelumnya, Sekda Kalimantan Barat, Harisson juga menegaskan kepada pihak PLBN Entikong untuk tidak sembarangan menaikkan tarif PCR bagi masyarakat yang akan melewati pos lintas batas antar negara Indonesia-Malaysia.

Baca Juga: Dinkes Kalbar Antisipasi Hepatitis Akut, Hary Agung: Masyarakat Jangan Panik

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X