• Senin, 8 Agustus 2022

Sapi Kurban Presiden Jokowi di Sanggau Supect PMK, Gejalanya Mulut Berbuih dan Kuku Bernanah

- Selasa, 17 Mei 2022 | 11:07 WIB
Dokter Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau memeriksa sapi-sapi sebagai upaya pengawasan terhadap ancaman keterpaparan penyakit mulut dan kaki pada hewan (Insidepontianak.com/Ist)
Dokter Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau memeriksa sapi-sapi sebagai upaya pengawasan terhadap ancaman keterpaparan penyakit mulut dan kaki pada hewan (Insidepontianak.com/Ist)

SANGGAU, insidepontianak.com – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Sanggau, menyatakan sapi kurban Presiden Jokowi untuk masyarakat sanggau suspect terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK). Gejalanya, mulut berbuih dan kuku bernanah.

Sapi kurban Presiden Jokowi itu berjenis limosin. Didatangkan dari Jawa Timur. Dititipkan ke peternak Apung, di Kelurahan Beringin Kecamatan Kapuas.

Dugaan infeksi PMK terhadap sapi kurban Presiden Jokowi itu, diketahui berdasarkan hasil pengawasan Disbunak Kabupaten Sanggau, terhadap hewan ternak yang ada di kandang Apung.

Baca Juga: Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Kapolres Ketapang Instruksikan Jajaran Pantau Hewan Ternak

Hasilnya, ditemukan lima sapi alami gejala sakit. Mulut berbuih dan kaki bernanah. Salah satunya sapi kurban milik Presiden Jokowi.

"Kemudian, pada tanggal 16 Mei 2022, kita mengambil sampel darah terhadap 5 ekor sapi itu," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunak Sanggau, Dadan Sumarna, Selasa (17/5/2022).

Dalam pemeriksasan hewan itu, dua dokter hewan dan lima paramedis khusus hewan dilibatkan. Menurut Dadan, suspek infeksi PMK sapi kurban Presiden Jokowi itu, diduga berasal dari sapi asal Jawa Timur masuk ke Kalbar pada April 2022 lalu, di mana 33 ekor di antaranya masuk ke Sanggau.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Kementan Ambil Langkah Cepat Atasi Penyakit Mulut dan Kuku pada Ternak

"Sapi asal Jawa Timur ini disimpan dalam satu kandang dengan sapi milik Pak Presiden akhirnya diduga terjangkit juga," ujar Dadan.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

30 Anak di Tayan Hilir Sanggau Dikhitan Massal

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:15 WIB
X