• Selasa, 17 Mei 2022

GAPKI Kalbar Bersuara Minta Jokowi Buka Pintu Ekspor Sawit Demi Kepentingan Devisa

- Kamis, 12 Mei 2022 | 17:53 WIB
Ketua GAPKI Kalbar, Purwati Munawir (paling kiri) bersama Ketua  Aspekpir Kalbar, YS Marjitan (paling kanan) meninjau salah satu kebun sawit di Kalbar. (insidepontianak.com)
Ketua GAPKI Kalbar, Purwati Munawir (paling kiri) bersama Ketua Aspekpir Kalbar, YS Marjitan (paling kanan) meninjau salah satu kebun sawit di Kalbar. (insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com - Ketua GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Kalbar, Purwati Munawir meminta Presiden Joko Widodo agar membuka pintu ekspor sawit.

Permintaan Ketua GAPKI Kalbar, Purwati Munawir ini tidak lain, semata-mata hanya ingin geliat perekonomian sawit di tanah air bergairah kembali dan selaras dengan perolehan devisa negara, begitu pintu ekspor dibuka.

Ketua GAPKI Kalbar, Purwati Munawir menjelaskan bahwa larangan ekspor minyak sawit  tentu bisa berdampak negatif pada penerimaan devisa negara dan penyerapan lapangan kerja.

"Banyak hal dampak atas larangan ekspor. Seperti dari pajak ekspor saja bisa membuat penerimaan devisa negara dari sawit. Saat ini devisa itu tidak ada. Lalu dari sisi penyerapan lapangan kerja tentu berkurang," kata dia.

Purwati Munawir menyebutkan sebagian besar pelaku usaha sawit di Kalbar merupakan produsen CPO. Artinya, jika larangan ekspor berlanjut lebih lama maka kapasitas tangki penyimpanan pabrik terbatas dan akan penuh. Dengan hal itu aktivitas bisa saja berkurang. Dengan begitu bisa berdampak pada tenaga kerja dan lainnya.

"Belum lagi penyerapan buah sawit masyarakat terutama kebun swadaya. Kapasitas tangki pabrik terpenuhi maka perusahaan bisa saja fokus ke kebun sendiri atau plasma," jelas dia.

Baca Juga: GAPKI Kalbar Kutuk Pencurian Sawit Berujung Pembunuhan di Sanggau Dampak dari Loading Ramp

Sebagaimana diketahui, saat ini luas kebun sawit di Kalbar sudah mencapai 1,9 juta hektare dengan produksi mencapai 4,96 juta ton per tahun.

Adapun untuk kepemilikan kebun sawit perusahaan mencapai 1,17 juta hektare atau 61,39 persen dan sisanya swadaya dengan luas 700 ribu hektare atau 37,09 persen.

Secara umum GAPKI Kalbar memahami dan menghormati kebijakan pemerintah yang ada. Kemudian GAPKI Kalbar secara intens berkomunikasi dengan asosiasi pelaku usaha sawit sektor hilir agar kibijakan tersebut dapat dilaksanakan secara maksimal.

Halaman:

Editor: Agus Wahyuni

Sumber: Insidepontianak.com

Tags

Terkini

X