• Selasa, 17 Mei 2022

Bangun SDM Berkualitas Cegah Stunting, Uray Hendi Wijaya: Target Sambas Berkemajuan

- Rabu, 11 Mei 2022 | 15:20 WIB
Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sambas, Uray Hendi Wijaya (Yak/Insidepontianak.com)
Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sambas, Uray Hendi Wijaya (Yak/Insidepontianak.com)

SAMBAS, insidepontianak.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sambas berupaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di masa depan dengan program pencegahan stunting.

Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Sambas, Uray Hendi Wijaya mengatakan, sosialisasi program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan pencegahan stunting terus dilakukan. Salah satunya di Desa Bentunai, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Selasa (10/5/2022) kemarin.

Uray Hendi mengatakan, kegiatan sosialisasi pencegahan stunting bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Kalbar, DPR RI, dan diikuti seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan Selakau. Tujuannya, membangun Sambas lebih baik.

Baca Juga: DPR Desak Kementerian Kesehatan Cari Solusi Atasi Hepatitis Akut

"Untuk menciptakan generasi penerus yang cerdas, bebas dari stunting dan membangun SDM yang Berkemajuan perlu dilakukan sosialisasi secara massif kepada masyarakat. Sosialisasi program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting harus melibatkan semua lapisan masyarakat," kata Uray Hendi Wijaya.

Uray Hendi Wijaya mengatakan, sebagai upaya nyata yang dilakukan Dinas P3AP2KB Kabupaten Sambas untuk menurunkan angka stunting, pihaknya telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang diketuai oleh Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi.

"Di tingkat kabupaten, TPPS bertugas memonitor, mengevaluasi dan mengeluarkan kebijakan, sementara di kecamatan adalah tanggungjawab Camat untuk memantau progres penurunan angka stunting. Lalu di desa, harus melakukan intervensi langsung kepada kelompok beresiko," kata Uray Hendi Wijaya.

Baca Juga: Bupati Paolus Hadi Minta Duta Genre Sanggau Ikut Bangun Kualiats SDM Muda

Sementara PLT Kepala BKKBN Provinsi Kalbar, Muslimat mengatakan pembentukan TPPS sudah dilakukan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten dan kecamatan, sampai ke desa, agar program tersebut bisa terkoordinir dengan baik.

"Khusus di Kabupaten Sambas kata dia, sudah ada sekitar 500 orang Tenaga Pendamping Keluarga (TPK) yang direkrut untuk Percepatan Penurunan Stunting. Pendampingan diberikan kepada masyarakat yang hendak menikah, ibu hamil, ibu nifas dan ibu yang memiliki anak balita. Pencegahan stunting terus kita genjot di semua lini," ujar Uray Hendi Wijaya.***

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X