• Minggu, 26 Juni 2022

Pelatihan Sensus Penduduk 2020, Bupati Satono Ingatkan Pentingnya Akurasi Data untuk Pembangunan Sambas

- Selasa, 10 Mei 2022 | 16:11 WIB
Bupati Satono menyerahkan segaram dan peralatan sensus penduduk kepada petugas secara simbolis usai membuka pelatihan petugas pendataan SP2020 di Hotel Pantura Jaya Sambas, Selasa (10/6/2022) (Insidepontianak.com/Humas Pemkab Sambas )
Bupati Satono menyerahkan segaram dan peralatan sensus penduduk kepada petugas secara simbolis usai membuka pelatihan petugas pendataan SP2020 di Hotel Pantura Jaya Sambas, Selasa (10/6/2022) (Insidepontianak.com/Humas Pemkab Sambas )

SAMBAS, insidepontianak.com - Bupati Sambas, Satono membuka pelatihan petugas pendataan Sensus Penduduk (petugas SP2020) Lanjutan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, di Hotel Pantura Jaya, Selasa (10/5/2022).

Dalam kesempatan itu, Bupati Satono menyerahkan segaram dan peralatan sensus kepada petugas SP2020 secara simbolis yang disaksikan langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Sambas, Muhammad Suudi.

Bupati Satono mengatakan, pelatihan petugas SP2020 tersebut sangatlah penting agar mereka kompeten dalam tugasnya dan bisa mencacah data yang akurat serta mampu mencakup seluruh sasaran di lapangan tanpa terlewatkan satupun.

Lebih jauh kata Bupati Satono, pentingnya data bagi pemerintah sebab, saat ini semua aspek pembangunan dan program pemerintah harus by data. Sehingga keberadaan petugas SP2020 sangat penting.

Nantinya, tidak ada lagi program pemerintah yang tanpa menggunakan data terutama data kependudukan. Kemudian data yang digunakan juga harus satu pintu.

"Kita harus benar-benar menyadari bertapa pentingnya akurasi sensus penduduk. Karenanya saya ucapkan terimakasih banyak kepada BPS yang telah melaksanakan pelatihan ini, yang diberikan kepada 179 orang petugas," ujar Bupati Satono.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sambas, Muhammad Suudi menjelaskan, jumlah peserta pelatihan tersebut sebanyak 179 orang terdiri dari PPL 123 orang, Kortim 42 orang, dan Koseka 14 orang. Semuanya akan dilatih dan diberikan materi selama tiga hari.

Lebih lanjut dia mengatakan, rangkaian kegiatan pelatihan petugas SP2020 dibagi dua tahapan yaitu pendataan penduduk dengan menggunakan kuesioner sederhana pada tahun 2020 dan dilanjutkan dengan pendataan menggunakan kuesioner yang lebih rinci melalui kegiatan sensus sampel pada tahun 2021.

"Output dari tahapan di tahun 2020 adalah jumlah penduduk Indonesia yang dirinci ke dalam beberapa variabel," kata Bupati Satono.

Sementara itu kata Muhammad Suudi, data-data terkait parameter demografi seperti kelahiran, kematian, dan migrasi serta informasi penting lainnya guna menghasilkan indikator Sustainable Development Goals (SDGs) dan RPJMN bidang kependudukan akan diperoleh melalui pendataan sensus sampel di tahun 2021.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X