• Jumat, 12 Agustus 2022

Ketika Profesor Jepang Berjuang Selama Dua Dekade Hilangkan Mitos Bom Atom Amerika Serikat

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:47 WIB
Daftar nama korban perang diberikan kepada Wali Kota Hiroshima Kazumi Matsui dari seorang perwakilan keluarga yang berduka akibat korban bom atom 1945 di Peace Memorial Park di Hiroshima, barat Jepang, Kamis (6/8/2020).  (ANTARA FOTO/Kyodo/via REUTERS/nz/cfo )
Daftar nama korban perang diberikan kepada Wali Kota Hiroshima Kazumi Matsui dari seorang perwakilan keluarga yang berduka akibat korban bom atom 1945 di Peace Memorial Park di Hiroshima, barat Jepang, Kamis (6/8/2020). (ANTARA FOTO/Kyodo/via REUTERS/nz/cfo )


TOKYO, insidepontianak.com - Selama hampir dua dekade, Yuki Miyamoto (54 tahun) telah mencoba untuk mengajarkan murid-muridnya di sebuah universitas Amerika Serikat tentang dampak mengerikan dari senjata nuklir.

Yuki Miyamoto merupakan seorang profesor dan generasi kedua "hibakusha", yakni penyintas yang terdampak oleh bom atom, di Hiroshima.

Yuki Miyamoto bingung dengan pembenaran yang disebarkan di Amerika Serikat (AS) untuk aksi penjatuhan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945.

Untuk itu, Yuki Miyamoto pergi ke AS untuk menempuh studi tentang etika dan pekerjaannya sekarang sebagai dosen di Universitas DePaul di Chicago berfokus pada mata kuliah tentang nuklir.

Baca Juga: Kesaksian Sekda Bogor: Tidak Ada Permintaan Khusus Soal WTP dari Ade Yasin 

Bahkan sekarang, dia mengatakan banyak orang di AS yang masih percaya "mitos" bahwa bom atom membantu menyelamatkan banyak nyawa orang Amerika, dengan mempercepat berakhirnya Perang Dunia II dan sebagian besar orang menunjukkan sedikit minat terhadap isu nuklir.

Namun, beberapa muridnya tidak mempercayai mitos itu dan sangat menentang senjata nuklir. Mereka melihatnya sebagai objek penghancuran yang tidak manusiawi, kata Miyamoto menjelaskan.

Dia mengatakan bahwa sejak sesi mengajar pertamanya di AS, dia telah memberi tahu siswa, "Saya tidak akan mengajari Anda apa yang benar." Miyamoto melakukan itu karena ia ingin para siswanya menyimpulkan sendiri bahwa senjata nuklir harus dihapuskan.

Ibu Miyamoto selamat dari serangan bom atom.

Baca Juga: Keterlaluan, Anak Aniaya Ibu Kandung di Pontianak hingga Memar

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penjara Ekuador Rusuh, 13 Narapidana Tewas

Selasa, 19 Juli 2022 | 16:40 WIB
X