• Rabu, 7 Desember 2022

Indonesia Minta PBB Atur Penggunaan Kapal Selam Tenaga Nuklir

- Senin, 1 Agustus 2022 | 17:41 WIB
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Tri Tharyat saat berbicara dalam konferensi yang digelar secara daring dari New York, Minggu (31/7/2022). (ANTARA/Katriana)
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Tri Tharyat saat berbicara dalam konferensi yang digelar secara daring dari New York, Minggu (31/7/2022). (ANTARA/Katriana)


JAKARTA, insidepontianak.com - Indonesia akan mengusulkan pengaturan program kapal selam bertenaga nuklir dalam forum PBB untuk membangun kesadaran atas kemungkinan risiko yang ditimbulkannya.

Tujuan utama usulan ini adalah untuk mengisi kekosongan aturan hukum internasional terkait kapal selam bertenaga nuklir.

Selain itu, membangun kesadaran atas potensi risikonya, serta upaya menyelamatkan nyawa manusia dan kemanusiaan," kata Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Tri Tharyat dalam konferensi yang digelar secara daring dari New York, Minggu (31/7/2022).

Baca Juga: Dampak Perang dan Krisis Geopolitik Global terhadap Ketahanan Pangan

Usulan dalam kertas kerja berjudul "Nuclear Naval Propulsion" itu akan disampaikan dalam 10th Review Conference of the Parties to the Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT RevCon) yang akan digelar pada 1-26 Agustus 2022 di New York.

NPT RevCon merupakan konferensi yang digelar setiap lima tahun sekali sejak 1975 untuk mengkaji implementasi perjanjian pembatasan kepemilikan senjata nuklir.

Tri Tharyat mengatakan bahwa selain untuk membangun kesadaran atas risiko nuklir terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, usulan itu juga merupakan upaya untuk memperkuat sistem dan semangat multilateralisme yang saat ini terus tergerus.

Baca Juga: Dewan Senayan: Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Pertanyakan ASN Masih Terima Bansos

Sementara itu, Dubes RI untuk PBB dan Otoritas Dasar Laut Internasional di New York, Arrmanatha Christiawan Nasir, menilai bahwa Revcon NPT tahun ini akan cukup sulit karena digelar di tengah situasi geopolitik yang sangat dinamis, terutama saat perang di Ukraina masih berlangsung.

Oleh karena itu, kata dia, Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif dalam RevCon NPT terus mendorong agar konferensi tersebut membuahkan hasil yang konstruktif.

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X