• Minggu, 25 September 2022

Delegasi W20 Italia: Perempuan Harus Bersatu Lawan Diskriminasi

- Rabu, 20 Juli 2022 | 09:14 WIB
delegasi W20 Italia Linda Laura Sabbadini ketika berbicara dalam panel diskusi KTT W20 yang berlangsung secara hibrida dari Danau Toba, Sumatera Utara, Selasa (19/7/2022). (ANTARA/Yashinta Difa)
delegasi W20 Italia Linda Laura Sabbadini ketika berbicara dalam panel diskusi KTT W20 yang berlangsung secara hibrida dari Danau Toba, Sumatera Utara, Selasa (19/7/2022). (ANTARA/Yashinta Difa)


JAKARTA, insidepontianak.com - Delegasi W20 Italia Linda Laura Sabbadini mendorong perempuan untuk bersatu melawan berbagai bentuk diskriminasi, mulai dari warna kulit, kelas sosial, asal teritorial, orientasi seksual, usia, hingga disabilitas.

“Situasi ini harus dihentikan, tetapi untuk melakukannya perlu kekuatan dan tekad kita dalam mencapai tujuan. Kita perlu bersatu dan tidak terpecah oleh banyaknya diskriminasi, bersatu untuk membela hak-hak seluruh perempuan,” kata Linda Laura Sabbadini dalam salah satu panel diskusi KTT W20 yang berlangsung secara hibrida dari Danau Toba, Sumatera Utara, Selasa.

Secara khusus, Linda Laura Sabbadini menyoroti isu pekerja yang tidak dibayar (unpaid worker) sebagai salah satu bentuk diskriminasi yang terus membebani perempuan.

Baca Juga: Tes Fokus : Tantangan Sulit, Berani? Apa Menemukan Kesalahan pada Gambar? Jika Iya, Fiks Kamu Cerdas!

Menurut Linda Laura Sabbadini, unpaid worker adalah ketidakadilan terbesar yang diderita perempuan ketika mereka terpaksa mendapat upah yang tidak semestinya karena harus berbagi peran dalam keluarga.

“Beban pekerjaan dalam keluarga yang terlalu berat seringkali menghalangi perempuan untuk bisa bekerja, dan ketika mereka punya anak, lebih sedikit jam kerja yang bisa mereka lakoni dan lebih sedikit upah yang mereka terima,” kata Linda Laura Sabbadini.

Selain itu, dia juga menyinggung perang di Rusia-Ukraina yang memicu jutaan perempuan dan anak-anak mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Baca Juga: T 50i Golden Eagle: Pesawat Latih yang Kian Tertatih

Menegaskan bahwa perang harus berakhir, ia menggarisbawahi hak perempuan dan anak-anak Rusia maupun Ukraina akan masa depan kebebasan demokrasi.

Sayangnya, untuk mewujudkan kebebasan tersebut, perempuan harus bisa mandiri secara ekonomi dengan dukungan pekerjaan yang layak serta bersama-sama memerangi kekerasan terhadap mereka.

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X