• Minggu, 25 September 2022

Kepemimpinan Polisi Buruk Saat Atasi Penembakan Massal Uvalde

- Senin, 18 Juli 2022 | 18:37 WIB
Bunga, mainan, dan benda-benda lain untuk mengenang para korban penembakan massal sekolah paling mematikan di Amerika Serikat yang menewaskan 19 anak dan dua guru, terlihat di sebuah tugu peringatan di SD Robb di Uvalde, Texas, Amerika Serikat, 30 Mei 2022. (ANTARA FOTO/REUTERS/Veronica G. Cardenas)
Bunga, mainan, dan benda-benda lain untuk mengenang para korban penembakan massal sekolah paling mematikan di Amerika Serikat yang menewaskan 19 anak dan dua guru, terlihat di sebuah tugu peringatan di SD Robb di Uvalde, Texas, Amerika Serikat, 30 Mei 2022. (ANTARA FOTO/REUTERS/Veronica G. Cardenas)

TEXAS, insidepontianak.com - Penyelidikan DPR Texas tentang penembakan massal yang menewaskan 21 orang di sebuah sekolah dasar di Uvalde menemukan bahwa "kegagalan sistemik" dan kepemimpinan yang buruk berperan pada banyaknya korban.

Dalam laporan 77 halaman, komite penyelidikan DPR Texas mempertanyakan kenapa diperlukan waktu lebih dari satu jam bagi polisi dan petugas keamanan lainnya untuk menyerbu dan melumpuhkan seorang penembak berusia 18 tahun di SD Robb pada 24 Mei.

Kesimpulannya, kata laporan itu, para penegak hukum yang datang ke lokasi kejadian "gagal menerapkan latihan menembak mereka, dan mereka gagal memprioritaskan keselamatan korban ketimbang keselamatan mereka sendiri".

Baca Juga: Indef Kembali Sarankan BI Naikkan Suku Bunga Acuan

Laporan itu juga mengatakan 376 penegak hukum mengepung sekolah itu dalam suasana kacau balau yang ditandai oleh tidak adanya kepemimpinan yang jelas dan tindakan darurat yang cukup.

"Selain si penyerang, Komite tidak menemukan adanya 'penjahat' lain dalam penyelidikan," tulis laporan itu.

"Sebaliknya, kami menemukan kegagalan sistemik dan pengambilan keputusan yang buruk dan mengerikan."

Tidak adanya kepemimpinan, kata laporan itu, telah berkontribusi pada hilangnya nyawa para korban.

"...korban yang terluka menunggu pertolongan lebih dari satu jam, dan si penyerang terus menembakkan senjatanya secara sporadis."

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X