• Rabu, 17 Agustus 2022

Judi dan Kripto Jadi Pilihan Warga Inggris saat Biaya Hidup Melonjak Drastis

- Kamis, 23 Juni 2022 | 08:26 WIB
Mata uang poundsterling. (Pixabay)
Mata uang poundsterling. (Pixabay)

LONDON, insidepontianak.comInggris dilanda krisis, dimana biaya hidup melonjak tinggi. Akibatnya, warga Inggris sebagian beralih untuk berjudi dan berinvestaasi di mata uang kripto.

Lembaga sosial yang menangani pecandu judi atau GamCare, pada Kamis mencatat pihaknya banyak menerima aduan terkait soal ini.

Menurut GamCare, pihaknya juga banyak menerima telepon dari penerima bantuan sosial yang berjudi dan berharap menang agar bisa menutupi kebutuhan, tetapi mereka kalah taruhan.

Baca Juga: Usai Menang Sidang, Johnny Depp Siap Ikut Tur Eropa Bersama Hollywood Vampires

GamCare itu melaporkan beberapa orang yang telah pulih dari kecanduan kini melakukan judi lagi karena tekanan finansial.

Masyarakat di Inggris, salah satu dari tujuh negara maju dalam G7, tengah menghadapi tingginya angka inflasi yang mencapai 9,1 persen pada Mei, rekor tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Bank Sentral Inggris, Bank of England, telah memperingatkan bahwa inflasi dapat menembus angka 11 persen pada Oktober.

Sebuah survei dengan 4.000 lebih responden oleh GamCare dan dirilis pada Kamis menunjukkan 46 persen di antaranya mengaku khawatir dengan kondisi keuangan mereka.

Lebih dari separuh responden mengaku telah berjudi dalam 12 bulan terakhir dan sebagian besar dari mereka kehilangan uang.

"Para penasihat di layanan bantuan kami mendengarkan bahwa biaya hidup sedang mempengaruhi perilaku berjudi, khususnya di kalangan mereka yang telah pulih (dari kecanduan)," kata Anna Hemmings, kepala eksekutif GamCare.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penjara Ekuador Rusuh, 13 Narapidana Tewas

Selasa, 19 Juli 2022 | 16:40 WIB
X