• Senin, 27 Juni 2022

Diskriminasi Perempuan Afganistan, Taliban Paksa Pembawa Acara TV Kenakan Cadar

- Kamis, 19 Mei 2022 | 22:49 WIB
Pemerintahan Taliban, Afganistan memberlakukan aturan wajib cadar bagi perempuan penampil di televisi. Aturan ini menegaskan praktik diskriminasi perempuan yang dilakukan Taliban.  (Marko Rupena)
Pemerintahan Taliban, Afganistan memberlakukan aturan wajib cadar bagi perempuan penampil di televisi. Aturan ini menegaskan praktik diskriminasi perempuan yang dilakukan Taliban. (Marko Rupena)

KABUL, insidepontianak.com - Taliban memberlakukan aturan diskriminasi perempuan yang memerintahkan wanita penampil di TV Afganistan mengenakan cadar saat siaran.

Dalam aturan Taliban yang men-diskriminasi perempuan itu, tidak hanya pembawa acara TV, seluruh wanita yang tampil di layar harus mengenakan cadar. Afganistan berada di titik balik terendah pemenuhan hak perempuan. 

Sesuai perkiraan, berkuasanya pemerintahan Taliban di Afganistan membawa sejarah buruk pada kebebasan berekspresi. Terutama diskriminasi perempuan melalui pemaksaan mengenakan cadar

Pemberlakuan aturan itu disampaikan otoritas polisi agama Taliban kepada BBC Pashtto, Rabu (17/5/2022).

Keputusan itu muncul 2 minggu setelah semua wanita di Afganistan diperintahkan mengenakan cadar di muka umum. Pelanggaran aturan ini dapat berisiko dihukum.

Talibat memberlakukan pembatasan ketat terhadap perempuan. Mereka dilarang bepergian tanpa wali laki-laki dan sekolah menengah ditutup untuk anak perempuan.

Seorang jurnalis perempuan Afganistan yang bekerja untuk sebuah stasiun TV lokal di Kabul, mengaku terkejut mendengar berita tersebut.

"Mereka secara tidak langsung menekan kami untuk menghentikan kami tampil di TV," katanya jurnalis perempuan yang tidak bersedia memberikan idetitasnya kepada BBC.

"Bagaimana saya bisa membaca berita dengan mulut tertutup? Saya tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Saya harus bekerja, saya adalah pencari nafkah keluarga saya."

Keputusan baru itu berlaku mulai 21 Mei 2022, menurut kantor berita Reuters, mengutip juru bicara Kementerian Taliban untuk Pencegahan Kejahatan dan Promosi Kebajikan.

Halaman:

Editor: Haksoro

Tags

Terkini

Sri Lanka Berjuang Pasokan Bahan Bakar Tersedia

Minggu, 26 Juni 2022 | 20:55 WIB

India akan Bantu Pemulihan Ekonomi Sri Lanka

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:07 WIB
X