• Sabtu, 25 Juni 2022

WHO Desak Rusia Buka Pintu Pelayanan Kesehatan di Wilayah Ukraina yang Terkepung

- Kamis, 19 Mei 2022 | 22:01 WIB
WHO mendesak Rusia memberikan akses aman terhadap pengiriman bantuan pelayanan kesehatan ke daerah Ukraina yang dikepung tentara.  (IherPhoto)
WHO mendesak Rusia memberikan akses aman terhadap pengiriman bantuan pelayanan kesehatan ke daerah Ukraina yang dikepung tentara. (IherPhoto)

JENEWA, insidepontianak.com -  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Rusia membuka pintu pelayanan kesehatan bagi warga Ukraina yang terkepung perang.

Sejumlah wilayah Ukraina seperti Mariupol, Kherson, dan Zaporizhzhia Selatan dikepung pasukan Rusia. WHO medesak pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah tersebut terpenuhi.

Masalah pelayanan kesehatan global saat ini menjadi isu panas dalam perang Rusia-Ukraina. Hubungan Rusia dan WHO tegang selama perang ini berlangsung. 

WHO mendesak Rusia untuk memastikan akses yang aman guna memberikan layanan kesehatan bagi orang-orang yang berada di tempat-tempat yang dikendalikan atau dikepung pasukan Rusia di Ukraina.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus,seperti dilansir ANTARA mengatakan dia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov tentang situasi di Ukraina dan peran Rusia dalam masalah kesehatan global.

"Saya meminta akses aman ke Mariupol, Kherson, Zaporizhzhia Selatan dan daerah terkepung lainnya untuk memberikan bantuan kesehatan. Warga sipil harus dilindungi," kata Tedros melaui Twitter.

Hubungan antara WHO dan Rusia menegang sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Anggota WHO di wilayah Eropa, pekan lalu mengeluarkan resolusi yang dapat mengakibatkan penutupan kantor regional Rusia dan penangguhan pertemuan di negara itu.

Wakil ketua majelis rendah parlemen Rusia, Pyotr Tolstoy menyerahkan daftar perjanjian Rusia dengan badan-badan internasional, termasuk WHO ke majelis awal pekan ini.

Hal ini mengindikasikan bahwa langkah selanjutnya dapat berupa penarikan Rusia dari badan-badan internasional tersebut, menurut Interfax.

Moskow menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus" untuk melucuti senjata Ukraina dan menyingkirkan apa yang disebutnya nasionalisme anti-Rusia yang dikobarkan oleh Barat.

Di lain pihak, Ukraina dan Barat mengatakan Rusia melancarkan perang agresi yang tidak beralasan.

WHO telah melaporkan sekitar 235 serangan terhadap infrastruktur kesehatan di Ukraina sejak konflik dimulai. Namun WHO tidak menuding pihak mana yang bersalah.

Editor: Haksoro

Tags

Terkini

India akan Bantu Pemulihan Ekonomi Sri Lanka

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:07 WIB

Taiwan Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 6

Senin, 20 Juni 2022 | 10:52 WIB
X