• Senin, 27 Juni 2022

Larangan Ekspor Gandum India Ancaman Krisis Pangan Dunia

- Selasa, 17 Mei 2022 | 17:32 WIB
India menetapkan aturan larangan ekspor gandum. Dikhawatirkan menyebabkan krisis pangan dunia yang juga berdampak pada harga panganan olahan di Indonesia.  (Stas_V)
India menetapkan aturan larangan ekspor gandum. Dikhawatirkan menyebabkan krisis pangan dunia yang juga berdampak pada harga panganan olahan di Indonesia. (Stas_V)

NEW DELHI, insidepontianak.com - Larangan ekspor gandum India dikhawatirkan memicu krisis pangan dunia.

Meski bukan pasar utama gandum asal India, larangan ekspor gandum diperkirakan akan mempengaruhi harga makanan olahan di Indonesia. Ancaman krisis pangan di depan mata.

India mengeluarkan larangan ekspor gandum pada Sabtu (14/5/2022). Kebijakan ini dipastikan akan menyebabkan krisis pangan, pasca perang Rusia-Ukraina.

Perkembangan terakhir menyebutkan India akan mengizinkan pengiriman gandum ke luar negeri menunggu izin bea cukai.

Pemerintah India hari ini memperkenalkan beberapa kebijakan relaksasi ekspor.

India juga akan mengizinkan ekspor gandum ke Mesir, kata pemerintah dalam sebuah pernyataan, dikutip melalui situs berita ANTARA, Selasa (17/5/2022).

“Telah diputuskan bahwa di mana pun kiriman gandum telah diserahkan ke pabean untuk diperiksa dan telah didaftarkan ke dalam sistem (pabean) mereka. Baik pada 13 Mei 2022 atau sebelumnya, akan diizinkan untuk dikirim keluar,” kata pemerintah India.

India melarang ekspor gandum pada Sabtu (14/5/2022), hanya beberapa hari setelah menargetkan pengiriman rekor 10 juta ton gandum tahun ini.

Fenomena perubahan iklim, gelombang panas membatasi produksi gandum sehingga harga domestik mencapai rekor tertinggi.

Pemerintah mengatakan hanya akan mengizinkan ekspor yang didukung oleh letter of credit (LC), atau jaminan pembayaran yang diterbitkan sebelum 13 Mei 2022.

Ketentuan tersebut menimbulkan ketidakpastian. Dari sekitar 2,2 juta ton gandum di pelabuhan atau dalam perjalanan, para pedagang mengatakan mereka memiliki LC hanya untuk 400 ribu ton.

Halaman:

Editor: Haksoro

Tags

Terkini

Sri Lanka Berjuang Pasokan Bahan Bakar Tersedia

Minggu, 26 Juni 2022 | 20:55 WIB

India akan Bantu Pemulihan Ekonomi Sri Lanka

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:07 WIB
X