• Sabtu, 21 Mei 2022

Tekan Pengeluaran Kas Negara, Inggris akan Berhentikan 90.000 PNS-nya

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 18:01 WIB
PM Inggris Boris Johnson
PM Inggris Boris Johnson


PONTIANAK, insidepontianak.comInggris mengumumkan akan mengurangi biaya belanja kepegawaian setingkat pegawai negeri sipil (PNS) lantaran pengetatan pengeluaran kas negara.

Ini diungkapkan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada waktu Inggris, Kamis 12 Mei 2022.

Boris Johnson mengaku pihaknya akan mengurangi PNS yang bekerja di staf departemen. Setidaknya, jika ini dilakukan Inggris mampu menghemat Rp 62 Triliun. Meski harus memberhentikan sekitar 90.000 PNS setempat.

Baca Juga: WHO Beri Peringatan Soal Virus Baru, Namanya Virus Hendra

Menurut Boris Johnson, ini langkah tepat untuk menghemat anggaran pemerintah dengan kompensasi membantu masyarakat secara luas.

Dikutip Insidepontianak.com dari artikel Pikiran-rakyat.com berjudul “90.000 PNS Terancam Dipecat, PM Inggris: Demi Menghemat Kas Negara”.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memerintahkan menteri kabinetnya untuk secara signifikan mengurangi jumlah staf departemen dalam upaya menurunkan pengeluaran pemerintah. 90.000 pegawai negeri Inggris disebut akan diberhentikan.

Johnson mengatakan bahwa pengurangan jumlah PNS itu akan berdampak pada penghematan yang nantikan bisa membantu masyarakat secara umum.

"Kami harus memotong biaya pemerintah untuk mengurangi biaya hidup (masyarakat)," katanya pada Kamis, 12 Mei 2022.

"Setiap pon diambil pemerintah dari pembayar pajak adalah uang yang dapat mereka belanjakan untuk prioritas mereka sendiri, untuk kehidupan mereka sendiri," sambungnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Daily Mail pada Sabtu, 14 Mei 2022.

Boris Johnson meminta agar para menteri di kabinetnya menyiapkan proposal pemotongan pekerjaan untuk departemen masing-masing dalam waktu satu bulan.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X