• Sabtu, 21 Mei 2022

Jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh Ditembak Pasukan Israel

- Rabu, 11 Mei 2022 | 18:22 WIB
Shireen Abu Akleh (Aljazeera)
Shireen Abu Akleh (Aljazeera)

JENIN, insidepontianak.com - Pasukan Israel telah menembak mati jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh di Tepi Barat yang diduduki. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, Abu Akleh, koresponden TV untuk Al Jazeera Arabic, terkena peluru tajam di kepalanya, Rabu (11/5/2022), saat meliput serangan Israel di kota Jenin, bagian utara Tepi Barat yang diduduki Israel.

Dia dilarikan ke rumah sakit di Jenin dalam kondisi kritis. Dia dinyatakan meninggal tak lama setelah itu, pada pukul 07:15 (4:15 GMT), menurut kementerian dan wartawan Al Jazeera.

Abu Akleh mengenakan rompi pers dan berdiri bersama wartawan lain, ketika dia terbunuh.

Wartawan Al Jazeera lainnya, Ali Samoudi, juga terluka dengan peluru di punggung. Dia sekarang dalam kondisi stabil.

Baca Juga: Tentara Israel Bunuh Dua Perempuan Palestina Di Tepi Barat

Baik Samoudi, dan jurnalis lain di tempat kejadian, mengatakan bahwa tidak ada pejuang Palestina yang hadir ketika para jurnalis itu ditembak, secara langsung membantah pernyataan Israel yang merujuk kemungkinan bahwa itu adalah tembakan Palestina.

“Kami akan merekam operasi tentara Israel, dan tiba-tiba mereka menembak kami tanpa meminta kami untuk pergi atau berhenti syuting,” kata Samoudi, "peluru pertama mengenai saya dan peluru kedua mengenai Shireen. Tidak ada perlawanan militer Palestina sama sekali di tempat kejadian.”

Shatha Hanaysha, jurnalis lokal yang berdiri di samping Abu Akleh ketika dia ditembak, juga mengatakan kepada Al Jazeera, tidak ada konfrontasi antara pejuang Palestina dan tentara Israel. Dia mengatakan, kelompok wartawan telah menjadi sasaran langsung.

"Kami empat wartawan, kami semua memakai rompi, semua memakai helm," kata Hanaysha, “Tentara pendudukan [Israel] tidak berhenti menembak bahkan setelah dia pingsan. Saya bahkan tidak bisa mengulurkan tangan untuk menariknya karena tembakan yang dilepaskan. Tentara bersikeras menembak untuk membunuh.”

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X