• Jumat, 2 Desember 2022

Tragedi Kanjuruhan Malang, Polisi Evaluasi Penggunaan Gas Air Mata

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 19:20 WIB
Kerusuhan suporter pecah di Stadion Kanjuruhan Malang seusai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya.  (Insidepontianak.com/Tangkapan layar.)
Kerusuhan suporter pecah di Stadion Kanjuruhan Malang seusai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya. (Insidepontianak.com/Tangkapan layar.)

 

PONTIANAK, insidepontianak.comPolri tengah melakukan evaluasi terkait penggunaan gas air mata dalam pengamanan saat terjadi kericuhan pertandingan Arema FC versus Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

"Dievaluasi dulu, jadi kita tidak buru-buru menyimpulkan," ujar Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Minggu (2/10/2022).

Menurut Dedi, evaluasi penggunaan gas air mata ini dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif. Dia memastikan akan segera menyampaikan hasilnya evaluasi tersebut kepada publik.

"Itu harus dievaluasi secara menyeluruh dan komprehensif dan nanti hasil daripada evaluasi menyeluruh sesuai dari perintah Bapak Presiden nanti disampaikan," jelasnya.

Baca Juga: Menkopolhukam Turut Tanggapi Tragedi Stadion Kanjuruhan, Mahfud MD Sebut Bukan karena Bentrok Suporter

Sebagai informasi, badan sepak bola dunia FIFA telah melarang penggunaan gas air mata di dalam stadion. Larangan itu tertuang dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations.

Dimana pada pasal 19 b) tertulis, 'No firearms or "crowd control gas" shall be carried or used'. Bunyi aturan ini intinya senjata api atau gas untuk mengontrol kerumunan dilarang dibawa serta digunakan.

Baca Juga: Daftar Jumlah dan Nama Korban Tragedi Kanjuruhan Beredar di Twitter, Ada Balita Dua Tahun

Halaman:

Editor: Andi Ridwansyah

Sumber: PMJ News

Tags

Terkini

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sukoharjo

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:50 WIB
X