• Rabu, 7 Desember 2022

Satu Tahanan Rutan Makassar Melarikan Diri, Kanwil Kemenkumham Sulsel Periksa Petugas Pengamanan  

- Sabtu, 24 September 2022 | 13:25 WIB
Ratusan warga binaan pemasyarakatan mendengarkan arahan Kepala Rutan Makassar Moch Muhidin di lapangan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Makassar, Sulawesi Selatan. (Antara/Dokumentasi Humas Rutan Makassar)
Ratusan warga binaan pemasyarakatan mendengarkan arahan Kepala Rutan Makassar Moch Muhidin di lapangan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Makassar, Sulawesi Selatan. (Antara/Dokumentasi Humas Rutan Makassar)

MAKASSAR, insidepontianak.com - Seorang tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Makassar berinisial A telah melarikan diri dari Rutan, Narapidana ini kabur dari  sekitar area dapur dengan cara memanjat tembok dan teralis pembatas menggunakan selang.

Kepala Rumah Tahanan Kelas I Makassar Moch Muhidin menjelaskan, kejadian pelarian warga binaan dengan kasus penganiayaan Pasal 351 yang divonis 1,6 tahun berinisial A itu, terjadi pada 1 September 2022 sekitar pukul 19.34 WITA.

Dari kasus pelarian warga binaan tersebut, Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel telah melakukan pemeriksaan pada 5 September 2022 dipimpin langsung Kepala Divisi Pemasyarakatan Suprato.

"Telah diperiksa Kepala Kesatuan Pengamanan dan regu pengamanan (rupam) I yang bertugas pada waktu kejadian. Terkait sanksi, kami masih menunggu hasil dari pemeriksaan tersebut,” kata Muhidin, Jumat (23/9/2022).

Baca Juga: Satu Tahanan Rutan Makassar Melarikan Diri, Gunakan Selang Panjat Tembok dan Teralis Pembatas

Ia pun menyebutkan, kapasitas Rutan Makassar sebanyak 1.000 orang, namun jumlah penghuni Rutan Makassar saat ini tercatat sebanyak 1.656 orang warga binaan. Sedangkan jumlah pegawai 177 orang, dengan rincian 101 staf termasuk sembilan orang wali blok, dan 76 orang petugas regu pengamanan.

“Untuk petugas regu pengamanan dibagi dalam empat regu, masing-masing beranggotakan 19 orang. Jadi dalam sekali bertugas 19 orang menjaga seribuan warga binaan, mulai dari pos wasrik hingga blok hunian. Dan sistem pengamanan yang dijalankan berdasarkan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku," katanya.

Kasubid Bimpas Kemenkumham Sulsel Muhammad Amir mengatakan, tim telah memeriksa sejumlah petugas yang bertanggung jawab saat kejadian.

"Semua yang terkait telah diperiksa untuk diambil keterangannya, Kepala Rutan, Kepala Pengamanan Rutan serta sejumlah petugas sipir yang berjaga saat itu," katanya.

Baca Juga: Polri Bantah Keterlibatan Tiga Kapolda dalam Kasus Brigadir J

Editor: Andi Ridwansyah

Sumber: PMJ News

Tags

Terkini

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sukoharjo

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:50 WIB
X