• Minggu, 25 September 2022

Kasus Kematian Brigadir J: LPSK Tolak Perlindungan Bharada E Terkait Percobaan Pembunuhan

- Senin, 15 Agustus 2022 | 21:01 WIB
Ketua LSPK Hasto Atmojo Suroyo (tengah) saat memberikan konferensi pers di kantor LPSK, Jakarta Timur, Senin (15/8/2022). (ANTARA/Melalusa Susthira K)
Ketua LSPK Hasto Atmojo Suroyo (tengah) saat memberikan konferensi pers di kantor LPSK, Jakarta Timur, Senin (15/8/2022). (ANTARA/Melalusa Susthira K)


JAKARTA, insidepontianak.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menolak permohonan perlindungan yang diajukan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Penolakan perlindungan tersebut, atas perkara tindak percobaan pembunuhan dengan terduga pelaku Brigadir J.

“Menolak perlindungan Bharada E sebagai pemohon terlindung untuk permohonan yang diajukan pada tanggal 13 Juli 2022,” kata Ketua LSPK Hasto Atmojo Suroyo dalam konferensi pers di kantor LPSK, Jakarta Timur, Senin (15/8/2022).

Baca Juga: KIA Carens Sasar Segmen Medium MPV di Indonesia

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi mengatakan permohonan Bharada E pada 13 Juli terkait dengan LP (Laporan Polisi) percobaan pembunuhan, selain itu juga terkait dengan status Bharada E ketika itu menjadi saksi atas dugaan kekerasan seksual kepada Ibu PC.(Putri Candrawathi)’.

Ia menjelaskan bahwa penolakan ini karena tidak didapatkan informasi terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual, serta keterangan yang disampaikan pemohon terkait tindak pidana percobaan pembunuhan tidak berkesesuaian dengan informasi yang LPSK himpun terkait luka tembak yang dialami oleh Brigadir J.

Hal tersebut, kata Edwin, sebagaimana Bareskrim Polri telah menghentikan penyidikan atas laporan dugaan tindak pidana percobaan pembunuhan terhadap Bharada E dan dugaan pelecehan terhadap istri Irjen Pol. Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, pada Jumat (12/8)

Edwin menyebut LPSK berpendapat tidak ada ancaman yang membahayakan Bharada E.

“Ancaman yang dimaksud oleh pemohon yaitu adanya laporan balik dari pihak keluarga Brigadir J dan pemohon juga mengkhawatirkan tindakan balas dendam dari pihak yang dirugikan atas kematian Brigadir J,” kata Edwin.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi mengatakan, sebelum mengambil keputusan tersebut, pihaknya telah melakukan tiga kali wawancara dalam lima kali pertemuan dengan asesmen psikologis yang dilakukan sebanyak tiga kali terhadap Bharada E.

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X