• Minggu, 25 September 2022

Dirkrimsus Polda Bali Ungkap Pelaku Pembuat Konten Porno, Pasutri Ditetapkan Tersangka

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 20:52 WIB
Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Ida Putu Wedanajati menunjukkan barang bukti kasus pembuatan konten berbau pornografi di Denpasar, Bali, Rabu (10/8/2022). (Antara)
Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Ida Putu Wedanajati menunjukkan barang bukti kasus pembuatan konten berbau pornografi di Denpasar, Bali, Rabu (10/8/2022). (Antara)

DENPASAR, insidepontianak.com -Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Cybercrime Subdit V Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengungkap pelaku pembuat konten sekaligus pengedar video porno di Denpasar, Rabu (10/8/2022). 

Polisi telah menetapkan pasangan suami istri (pasutri) berinisial GGG (33) dan Kadek DKS (30) sebagai tersangka pembuat dan pengedar video porno di Twitter dan Telegram yang beralamat di Gianyar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menyatakan pengungkapan kasus kejahatan cybercrime pada mulanya berkat usaha penyamaran (undercover) Subdit V yang memantau akun Twitter yang bermuatan pornografi.

Modus operandinya, kata dia, tersangka membuat postingan video yang bermuatan pornografi di akun Twitter, dan juga membuat grup telegram yang merupakan grup berbagi video porno.

"Untuk masuk ke dalam grup tersebut (pelanggan) harus membayar terlebih dahulu. Jadi, biaya pembayarannya sebesar Rp200.000," kata Satake Bayu.

Baca Juga: Legislatif Penajam Paser Utara Dukung KPK Usut Tuntas Korupsi Penyertaan Modal Perumda

Mengetahui adanya transaksi video pornografi tersebut, Unit Cybercrime Subdit V Polda Bali melakukan pembelian terselubung dan menemukan grup telegram dimana tersangka sebagai admin grup dan membagikan video dengan pemeran yang sama dengan grup Twitter sebelumnya.

Pada Jumat (21/6/2022), polisi melakukan penyelidikan dan diketahui adanya sepasang suami istri yang kemudian dinyatakan sebagai tersangka dan dilakukan proses hukum.

"Penyampaian dari tersangka bahwa beliau sudah memposting video kurang lebih 20-an," katanya lagi.

Menurut keterangan polisi, kedua tersangka mengakui bahwa merekalah yang membuat konten pornografi tersebut yang sudah diunggah sejak tahun 2019.

Halaman:

Editor: Andi Ridwansyah

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X