• Rabu, 10 Agustus 2022

Kejari Badung-BI Segel 17 Usaha Penukar Uang Tidak Berizin di Bali

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 19:34 WIB
Petugas Kejaksaan Negeri Badung dan Bank Indonesia Bali menempelkan larangan untuk beroperasi bagi sejumlah Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yang tidak berizin di Kuta, Badung, Bali, Kamis (4/8/2022).  (Antara)
Petugas Kejaksaan Negeri Badung dan Bank Indonesia Bali menempelkan larangan untuk beroperasi bagi sejumlah Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yang tidak berizin di Kuta, Badung, Bali, Kamis (4/8/2022). (Antara)

DENPASAR, insidepontianak.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung dan Bank Indonesia menyegel tujuh belas Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yang tidak mengantongi perizinan resmi di wilayah Desa Adat Kuta, Badung, Bali, Kamis (4/8/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri ((Kejari) Badung Imran Yusuf mengatakan penertiban dan penyegelan tersebut merupakan tindak lanjut atas pertemuan antara Desa Adat Kuta dengan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Bali terkait dengan menentukan tindakan yang lebih tegas, sehingga secara efektif memberikan efek jera kepada para pelaku usaha Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yang beroperasi, namun tidak memiliki izin.

"Bahwa pada pertemuan tersebut sudah disampaikan untuk Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yang tidak berizin, yang telah disegel atau dilabeli stiker, tidak boleh melakukan kembali usahanya," kata Kepala Kejari Badung Imran Yusuf sebagaimana dikutip dari keterangan yang diterima di Denpasar, Bali, Jumat (5/8/2022).

Namun, kata dia dalam kenyataannya masih banyak Pelaku Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yang tidak berizin tetap melakukan kegiatannya dan melepas stiker segel yang sudah ditempel oleh Desa Adat Kuta bekerja sama dengan Bank Indonesia Wilayah Bali.

Baca Juga: Tebukti Suap Pejabat Dirjen Pajak, Dua Konsultan Pajak Divonis 2,5 dan 3,5 Tahun Penjara

Oleh karena itu, Pihak Desa Adat Kuta dampingi oleh Kejaksaan Negeri Badung yang diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo dan Bank Indonesia Wilayah Bali, serta Babhinkamtibmas dan Babinsa kembali melakukan penertiban dan penegakan dengan memasang stiker kembali pada Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yang tidak berizin karena masih bandel tetap beroperasi padahal sudah diberikan peringatan.

Dari hasil penertiban dan penegakan ada 5 pelaku usaha yang dibuatkan berita acara dan penempelan stiker segel untuk 17 Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yang tidak berizin.

Selain itu Kejari Badung juga melakukan penyitaan terhadap angka-angka akrilik yang digunakan sebagai petunjuk kurs penukaran yang dipajang oleh para pelaku kegiatan usaha penukaran valuta asing.

Baca Juga: Kasus Dugaan Suap dan Gratifikasi di Mamberamo Tengah, KPK Konfirmasi Saksi Soal Aktivitas Kedinasan RHP

"Tindakan tegas ini sangat perlu dilakukan karena semakin maraknya kasus yang merugikan wisatawan akibat dari adanya Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yang tidak berizin," kata Imran Yusuf.

Halaman:

Editor: Andi Ridwansyah

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X