• Rabu, 10 Agustus 2022

Tebukti Suap Pejabat Dirjen Pajak, Dua Konsultan Pajak Divonis 2,5 dan 3,5 Tahun Penjara

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 19:19 WIB
Ilustrasi palu hakim  (Antara)
Ilustrasi palu hakim (Antara)

Jakarta, insidepontianak.com - Dua orang konsultan pajak yaitu Aulia Imran Magribi dan Ryan Ahmad Ronas divonis masing-masing 2,5 tahun dan 3,5 tahun penjara, karena terbukti menyuap sejumlah pejabat pemeriksa di Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak senilai Rp13,5 miliar untuk merekayasa hasil perhitungan pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP).

"Menyatakan terdakwa I Aulia Imran Maghribi dan terdakwa II Ryan Ahmad Ronas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan korupsi sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama penuntut umum," kata ketua majelis hakim Fazhal Hendri di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Keduanya terbukti berdasarkan dakwaan pertama yaitu pasal 5 ayat 1 huruf a UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Aulia Imran Maghribi dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan dan kepada terdakwa II Ryan Ahmad Ronas dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan denda masing-masing Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," tambah hakim Fazhal.

Baca Juga: Penyidik Polres Jember Gagal Jemput Paksa Tersangka Korupsi Honor Pemakaman Covid-19

Vonis tersebut lebih rendah dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menuntut agar Aulia Imran Maghribi dijatuhi pidana 3 tahun penjara dan denda sebesar Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan sedangkan Ryan Ahmad Ronas dituntu pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Kepada keduanya juga divonis untuk membayar uang pidana tambahan.

"Menjatuhkan pidana tambahan kepada para terdakwa I dan terdakwa II berupa pembayaran uang pengganti masing-masing sebesar Rp750 juta jika terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dalam hal para terdakwa tidak mempunyai harta benda yang tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dijatuhi pidana penjara selama 6 bulan," ungkap hakim.

Terdapat sejumlah hal yang memberatkan dalam perbuatan terdakwa.

"Perbuatan para terdakwa tidak membantu program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, para terdakwa tidak mengakui kesalahannya, para terdakwa menerima uang fee dari pengurusan pajak PT GMP sebesar Rp1,5 miliar," tambah hakim.

Sementara hal-hal meringankan dalam perbuatan keduanya adalah bersikap sopan di persidangan, belum pernah dihukum dalam perkara lain, mempunyai tanggungan keluarga, anak yang masih memerlukan perhatian.

Halaman:

Editor: Andi Ridwansyah

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X