• Senin, 27 Juni 2022

Kasus Pencurian Arang di Sungai Kakap Tak Diproses, Pengamat: Preseden Buruk Penegakan Hukum

- Jumat, 27 Mei 2022 | 16:16 WIB
Pengamat Hukum, Herman Hofi Munawar (Insidepontianak.com/Dok IP)
Pengamat Hukum, Herman Hofi Munawar (Insidepontianak.com/Dok IP)

PONTIANAK, insidepontianak.com - Pengamat hukum, Herman Hofi Munawar menyayangkan sikap penyidik Polsek Kakap, yang tidak memproses laporan warga terkait kasus pencurian arang, yang terjadi di Jalan Parit Lintang, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Menurut Herman, kasus tersebut merupakan preseden buruk bagi penegakan hukum. Herman pun mendorong, Polda Kalbar mengevaluasi Polsek Kakap. Ia menegaskan, penegakkan hukum tak boleh dianggap sepele.

"Ini bukan soal nilai, tapi komitmen penyidik, apalagi di tingkat desa," kata Herman Hofi Munawar, kepada insidepontianak.com, Jumat (27/5/2022).

Herman menuturkan, hukuman bagi pelaku pencurian sudah diatur secara jelas di KUHP Pasal 362. Pasal itu menegaskan, tuntutan pidana pelaku pencurian minimal lima tahun penjara.

Baca Juga: Kasus Pencurian Arang Tak Diproses, Warga Sungai Bemban Lapor ke Propam Polda Kalbar

Perkara pencurian, bisa dilakukan restorasi justice, kalau kerugiannya di bawah dua juta, sebagaimana ketetapan Mahkamah Agung (MA).

Karena itu, Herman menegaskan, setiap laporan yang masuk, mestinya ditindaklanjuti dan dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian. Kalau tak cukup bukti, polisi harusnya melaporkan. Tak boleh digantung tanpa penjelasan.

Karena, langkah kepolisian yang demikian, kata Herman dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada institusi penegak hukum. Bahkan, dapat memicu perbuatan main hakim sendiri.

"Sementara kita terus mengimbau masyarakat agar tak main hakim sendiri," ucap Herman.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Jambi Gelar Pelatihan Investigasi Karhutla

Minggu, 26 Juni 2022 | 20:37 WIB

Polda Bali Musnahkan 39 Kilogram Narkoba

Jumat, 24 Juni 2022 | 16:16 WIB
X