• Rabu, 7 Desember 2022

Berikut Ini Alasan Truk dan Kendaraan Niaga Listrik Sulit Diproduksi

- Jumat, 23 September 2022 | 22:32 WIB
Ilustrasi - Kendaraan listrik. (Pexels)
Ilustrasi - Kendaraan listrik. (Pexels)

JAKARTA, insidepontianak.com - Pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Pasaribu membagikan pendapatnya, terkait harga kendaraan listrik di segmen besar atau niaga yang masih cenderung tinggi.

Ada pun kendaraan listrik besar transisi dan produksinya belum se-masif mobil segmen menengah.

Kendaraan bertonase besar, apalagi untuk kebutuhan logistik belum siap untuk beralih ke elektrifikasi atau kendaraan listrik di waktu dekat ini.

Baca Juga: Konten Kreator Livy Renata Jajal Akting di Film Love in Game 

"Mengingat masih mahalnya harga baterai disamping bobotnya yang cukup berat. Sehingga, belum dapat mencapai tingkat keekonomian dalam pengoperasiannya," kata Yannes kepada ANTARA, Jumat.

Lebih lanjut, ia memberikan gambaran, dimana harga baterai lithium per KWh-nya di luar packing dan setting serta casing saat ini sekitar 160 dolar AS.

"Jadi jika untuk mobilitasnya sebuah truk besar memerlukan baterai berkapasitas 400 KWh makan untuk baterai saja sudah membutuhkan biaya sekitar Rp960 juta. Jelas tidak ekonomis," kata Yannes.

"Lalu, berat baterai per KWh berkisar 5-7 kilogram (tergantung teknologi dan produsennya), maka untuk 400 KWh akan menghasilkan berat baterai saja 2 sampai 2,8 ton yang harus dibawa truk, di luar beban barang yang harus diangkut. Jelas akan mengurangi daya angkut barangnya hanya gara-gara terus menggendong baterai yang berat sekali," imbuhnya.

Adapun alasan lainnya adalah terkait jumlah populasi kendaraan niaga dalam negeri hanya sekitar 1 persen dari jumlah total populasi 149,7 juta lebih kendaraan bermotor yang ada di Indonesia.

Sehingga, lanjut dia, konsentrasi pengembangan baterai kendaraan listrik (battery electric vehicle/BEV) jangka menengah secara strategis tentunya lebih pas ditujukan pada kendaraan penumpang roda empat dan roda dua yang populasinya paling besar.

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kenali Tanda-tanda Wiper Mobil Rusak

Minggu, 27 November 2022 | 14:53 WIB
X