• Senin, 3 Oktober 2022

Poppy Dharsono Sebut Citayam Fashion Week Fenomena Sosial Budaya, Bukan Industri Fesyen

- Kamis, 22 September 2022 | 22:42 WIB
Poppy Dharsono dan Musa Widyatmojo saat dijumpai di Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2022) (Antara)
Poppy Dharsono dan Musa Widyatmojo saat dijumpai di Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2022) (Antara)

JAKARTA, insidepontianak.com - Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono mengatakan bahwa Citayam Fashion Week merupakan sebuah fenomena sosial budaya dan bukan representatif dari industri fesyen.

Citayam Fashion Week, kata Poppy, adalah cara para muda-mudi untuk mengekspresikan kegalauan mereka setelah dua tahun berdiam di rumah karena pandemi. Oleh sebab itu, mereka membutuhkan tempat untuk menghibur diri.

"Untuk saya Citayam Fashion Week itu sebuah fenomena kebersamaan yang luar biasa dari putra putri kita yang setelah dua tahun mereka tidak bisa ke mana-mana," katanya saat dijumpai di Jakarta, Kamis.

Baca Juga: Bayi Berusia Dua Tahun Tertinggal di Lift dan Ditemukan Meninggal

Akhirnya, lanjut Poppy, yang mereka lakukan ketika pembatasan sosial sudah dilonggarkan, maka mereka naik kereta dari Citayam, Jawa Barat ke Dukuh Atas, Jakarta.

"Mereka begitu spontan ya memakai kesempatan itu untuk mengekspresikan kegalauannya mereka. Mereka ingin tempat, mereka ingin berkreasi, mereka ingin menghibur dirinya sendiri dengan fesyen yang ada, tetapi menjadi tren untuk mereka," sambungnya.

Lebih lanjut, Poppy juga menjelaskan bahwa Citayam Fashion Week bukanlah representatif dari industri fesyen yang ada di Indonesia. Namun, fenomena tersebut merupakan fenomena sosial budaya karena pandemi.

"Terus terang itu bukan representatif dari industri fesyen yang ada di Indonesia seperti Harajuku di Jepang. Tetapi saya melihat lebih kepada fenomena sosial budaya karena pandemi, dan karena kebutuhan dari anak-anak muda untuk memiliki tempat di mana mereka bisa berekspresi," tutupnya.

Baca Juga: Wapres Maruf Amin Minta Warga Merawat Keberagaman, Jangan Sampai Terpecah

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X