• Sabtu, 1 Oktober 2022

Meski Ada Kekhawatiran Ekonomi Global, Suzuki Klaim Tak Ada Pelemahan Permintaan Kendaraan

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:53 WIB
Logo Suzuki Motor Corp. difoto di Tokyo Motor Show ke-45 di Tokyo, Jepang 25 Oktober 2017. Gambar diambil 25 Oktober 2017.  (Antara/Reuters)
Logo Suzuki Motor Corp. difoto di Tokyo Motor Show ke-45 di Tokyo, Jepang 25 Oktober 2017. Gambar diambil 25 Oktober 2017. (Antara/Reuters)

JAKARTA, insidepontianak.com - Suzuki Motor Jepang mengatakan pihaknya tidak melihat adanya pelemahan permintaan kendaraan di dalam negeri atau di pasar utamanya di India, meski saat ini terdapat kekhawatiran tentang penurunan ekonomi global.

Menurut pejabat eksekutif senior Suzuki Masahiko Nagao, Suzuki memiliki backlog pesanan sekitar 200 ribu kendaraan di Jepang pada akhir Juni. Sementara di India, perusahaan memiliki backlog pesanan sekitar 350 ribu unit.

"Meskipun kami khawatir tentang tren ekonomi global, pesanan datang dengan sangat lancar dan permintaan tidak menurun pada saat ini," ujar pejabat eksekutif senior Suzuki Masahiko Nagao, dikutip dari Reuters pada Minggu (7/8/2022).

Untuk periode April hingga Juni, penjualan Suzuki di India naik 27,9 persen year-on-year (yoy) menjadi 280 ribu kendaraan. Namun, penjualan di Jepang turun 6,4 persen karena kekurangan chip yang menyebabkan produksi terhambat.

Baca Juga: Hadapi Isu Semikonduktor, Suzuki Lakukan Lokalisasi Komponen

Diketahui, lonjakan harga komoditas global di tengah gangguan rantai pasok yang disebabkan pandemi dan perang Ukraina memang telah menjadi tantangan bagi pelaku bisnis dan pembuat kebijakan di seluruh dunia.

"Meskipun kekurangan semikonduktor berangsur membaik, Suzuki tidak dapat memprediksi kapan akan teratasi," kata Nagao.

Untuk mengurangi dampaknya, Nagao mengatakan Suzuki telah beralih untuk memproduksi mobil yang tidak membutuhkan begitu banyak chip di India dan menjualnya ke pasar Afrika, serta Amerika Tengah dan Selatan.

Suzuki pun tetap mempertahankan proyeksi laba operasional sebesar 195 miliar yen atau sekitar Rp21,5 triliun untuk April tahun ini hingga Maret 2023.

Baca Juga: Suzuki Sebut Pasar City Car Potensial di Tengah Viralnya S Presso

Halaman:

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X