• Minggu, 25 September 2022

Yuks Cari Tahu Perbedaan Gejala DBD, Tifus dan Malaria Menurut Ahli, Cek Di Sini

- Jumat, 1 Juli 2022 | 08:59 WIB
Ilustrasi Demam Berdarah Dengue (DBD) (Pixabay/Nuriyah)
Ilustrasi Demam Berdarah Dengue (DBD) (Pixabay/Nuriyah)


JAKARTA, insidepontianak.com – Bunda di rumah harus tahu beda demam berdarah dengue (DBD), tifoid (biasa disebut tifus) dan malaria yang memiliki gejala hampir mirip. Siapa tahu si kecil mengalami gejala yang sama tapi susah untuk membedakannya bukan.

Staf Divisi Tropik Infeksi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM dr. Adityo Susilo, Sp.PD-KPTI, FINASIM demam berdarah dengue (DBD), tifoid (biasa disebut tifus) dan malaria memiliki gejala hampir mirip.

"Ini lumayan sulit, karena gejala sama-sama demam," kata Adityo Susilo dalam sebuah webinar kesehatan pada Kamis.

Baca Juga: Link dan Jadwal Tayang Melur Untuk Firdaus Episode 20 21 22 23 24 25 26 27 28, Klik Link Nonton Di Sini

Adityo Susilo memaparkan DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Ciri nyamuk tersebut memiliki bintik-bintik putih di tubuhnya.

Salah satu kunci penting dari gejala DBD adalah demam tinggi yang muncul mendadak, kemudian pasien juga mengalami sakit kepala hebat, mata berat, nyeri otot, dan lemas.

"Infeksi ini juga bisa mengganggu proses pencernaan di lambung, maka tidak jarang pasien juga mengalami mual, nyeri ulu hati, sehingga kemampuan makan dan minum menjadi sangat turun," jelas Adityo Susilo.

Gejala tersebut, kata Adityo Susilo, muncul saat fase awal di mana virus sedang sangat aktif yang pada umumnya berlangsung selama tiga hari.

"Uniknya, setelah demam turun, justru kita masuk fase kritis. Ini karena antibodi mulai terbentuk dan sifatnya lebih destruktif. Proses perlawanan menjadi semakin hebat dan risiko syok dan pendarahan akan meningkat. Ini akan berlangsung tiga hari, tapi beberapa kasus bisa extend," ujar Adityo Susilo.

"Setelah di akhir fase kritis, demam bisa muncul lagi tapi tidak setinggi di awal. Setelah itu baru kita masuk fase penyembuhan, tentu keluhan lebih baik, trombosit meningkat, dan kondisi akan pulih," lanjut Adityo Susilo.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kenali Penyakit Jantung Bawaan Melalui Gejalanya

Jumat, 23 September 2022 | 07:45 WIB

Awas, Sembelit Dapat Sebabkan Kanker Usus

Jumat, 23 September 2022 | 07:15 WIB

Mau Umur Lebih Panjang? Lakukan 6 Kebiasaan Ini

Rabu, 14 September 2022 | 15:32 WIB
X