• Jumat, 12 Agustus 2022

Hadapi Isu Semikonduktor, Suzuki Lakukan Lokalisasi Komponen

- Jumat, 24 Juni 2022 | 21:37 WIB
All New Ertiga Hybrid difoto di sela acara Media Driving Experience Surabaya-Malang, di Alun-Alun Kota Wisata Batu, Malang, Jawa Timur, Kamis (23/6/2022).  (Antara)
All New Ertiga Hybrid difoto di sela acara Media Driving Experience Surabaya-Malang, di Alun-Alun Kota Wisata Batu, Malang, Jawa Timur, Kamis (23/6/2022). (Antara)


BATU, JAWA TIMUR, insidepontianak.com – Salah satu strategi dalam menghadapi isu krisis chip semikonduktor adalah dengan melakukan lokalisasi komponen. Menggunakan komponen lokal dinilai dapat menjadi solusi untuk mencegah kendala produksi terutama untuk kendaraan.

4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra mengatakan, tak dapat dipungkiri saat ini industri otomotif maupun industri lain yang menggunakan chip semikonduktor terpengaruh oleh isu rantai pasok chip semikonduktor.

Namun begitu, Suzuki sudah lakukan langkah-langkah strategis untuk menghadapi isu krisis chip semikonduktor tersebut seperti salah satunya melakukan lokalisasi komponen atau menggunakan komponen lokal.

Untuk salah satu mobil andalannya yakni low MPV-nya, Ertiga dan All New Ertiga Hybrid sudah memiliki lebih dari 80 persen komponen lokal di dalamnya, ujar Donny.

Untuk All New Ertiga Hybrid yang mengusung teknologi hibrida, Donny mengatakan perusahaan ingin meningkatkan komponen lokal demi menunjang program pemerintah yakni Low Carbon Emision Vehicle (LCEV).

Sehingga, harga kendaraan bisa lebih terjangkau karena nantinya akan mendapatkan insentif pajak.

Baca Juga: Krisis Chip Semikonduktor, Produsen Mobil Stellantis Hentikan Pabrik Melfi

"Jika dilokalkan, supply chain menjadi lebih cepat. Kalau produksi di sini, tidak ada delivery, delivery time, dan secara produksi juga lebih responsif. Target lokalisasi secepatnya. Makin cepat makin bagus karena tidak tergantung beberapa faktor yang unmanageable," kata Donny di Batu, Malang, pada Jumat (24/6/2022).

"Dengan lakukan lokalisasi, faktor yang tidak bisa dikontrol menjadi lebih terminimalisir. Terlepas dari dapatnya insentif pemerintah, di sisi strategi perusahaan kami juga melihat itu lebih menguntungkan buat kami," imbuhnya.

Dengan kapasitas produksi kendaraan ramah lingkungan seperti mobil hibrida dan listrik yang tinggi disusul dengan harga yang terjangkau karena komponen lokal, Donny berharap hal ini juga mengakselerasi edukasi dan ketertarikan masyarakat.

"Sehingga, jalannya pararel, infrastrukturnya jalan, permintaan market, edukasi dan pengenalan teknologinya juga jalan bersamaan. Sehingga ada ketertarikan industri di situ, berkaitan dengan teknologi tersebut.

"Dan kalau bicara soal economic scale of business-nya masuk, banyak yang main di situ, maka teknologi di situ akan semakin affordable," imbuhnya.

Baca Juga: Kemenperin Pacu Investasi Industri Semikonduktor untuk Penuhi Kebutuhan Chip
 

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Honda Fit Tipe RS Generasi Keempat Hadir Kembali

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:13 WIB
X