• Selasa, 28 Juni 2022

Spyware Italia Mata-matai Perangkat Android dan iPhone

- Jumat, 24 Juni 2022 | 15:27 WIB
Ilustrasi sistem pengawasan.  (Antara)
Ilustrasi sistem pengawasan. (Antara)


JAKARTA, insidepontianak.comGoogle memperingatkan ada sejumlah alat peretasan atau spyware yang diproduksi perusahaan Italia untuk memata-matai Apple dan smartphone Android di Italia dan Kazakhstan.

Pernyataan ancaman spyware ini muncul dari Google Alphabet Inc dalam sebuah laporan yang dikutip dari Reuters, Jumat (24/6/2022). Google menyebut vendor ini mengizinkan penyebaran perangkat peretasan berbahaya dan mempersenjatai pemerintah yang tidak mampu mengembangkan teknologi ini di dalam negeri.

Menurut laporan tersebut, Perusahaan bernama RCS Lab yang berbasis di Milan selama ini mengembangkan spyware atau alat untuk memata-matai pesan pribadi dan kontak dari perangkat yang ditargetkan. Dalam situs perusahaan tersebut, mereka mengklaim lembaga penegak hukum Eropa sebagai salah satu kliennya.

Temuan Google di RCS Lab muncul saat regulator Eropa dan Amerika mempertimbangkan potensi aturan baru terkait penjualan dan impor spyware.

Pemerintah Italia dan Kazakhstan belum memberikan pernyataan atas isu spyware ini. Juru bicara Apple mengatakan mereka sudah mencabut semua akun dan sertifikat yang berhubungan dengan peretasan ini.

Baca Juga: Google Bayar Rp1,72 Triliun atas Gugatan Diskriminasi Gender

Google menyatakan sudah mengambil langkah untuk melindungi pengguna Android dan memperingatkan mereka soal spyware ini.

Sementara RCS Lab menyatakan produk dan layanan mereka sesuai dengan aturan Eropa dan membantu penegak hukum menyelidiki kejahatan.

"Personel RCS Lab tidak terpapar atau berpartisipasi dalam aktivitas apa pun yang diselenggarakan oleh pelanggan," kata RCS Lab dalam keterangan tertulis.

Mereka juga mengecam penyalahgunaan produk mereka.

Sejumlah perusahaan di dunia diketahui membuat perangkat lunak untuk memata-matai atau spyware dengan klien pemerintahan. Aktivis menyebut mereka membantu pemerintah mencabut hak asasi dan hak sipil warganya.

Meski pun spyware RCS Lab kelihatannya tidak mencurigakan seperti Pegasus buatan NSO dari Israel, peneliti keamanan siber dari Citizen Lab, Bill Marczak berpendapat tetap saja alat itu bisa membaca pesan dan melihat kata sandi.

"Ini menunjukkan bahwa meski pun ponsel sekarang ada di mana pun, perjalanannya masih panjang untuk mengamankannya dari serangan kuat seperti ini," kata Marczak.

Google mendapati RCS Lab pernah berkolaborasi dengan firma peretasan Italia, yang sekarang sudah tidak aktif, Hacking Team. Hacking Team juga membuat perangkat lunak pengawasan untuk pemerintah asing yang bisa digunakan pada ponsel dan komputer.

Dalam beberapa kasus, Google yakin spyware RCS Lab bekerja dengan penyedia jasa internet target, yang diketahui berhubungan dengan aktor yang didukung pemerintah.

Baca Juga: Google Maps Berikan Fitur Baru Informasi Perkiraan Tarif Tol

 

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Poco F4 Hadir di Indonesia Akhir Bulan Ini

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:10 WIB

Samsung Rilis Galaxy F13 untuk Pasar India

Kamis, 23 Juni 2022 | 21:57 WIB
X