• Senin, 3 Oktober 2022

Cegas Kanker Serviks dengan Vaksinasi dan Skrining HPV, Ahli: Ini Penting untuk Perempuan

- Selasa, 21 Juni 2022 | 07:43 WIB
Ilustrasi - Vaksin HPV. (ANTARA/HO-Sutterstock)
Ilustrasi - Vaksin HPV. (ANTARA/HO-Sutterstock)

JAKARTA, insidepontianak.com – Untuk mencegah Kanker Serviks kepada perempuan, salahs atu yang disarankan adalah vaksinasi dan skrining Human papillomavirus (HPV) untuk melindungi perempuan dari virus dan mengurangi risiko kanker serviks.

Konsultan Onkologi Ginekologi di Mount Elizabeth Medical Centre, Dr Lisa Wong, menganggap vaksinasi HPV penting dilakukan, mengingat DNA HPV hadir dalam 99 persen spesimen Kanker Serviks, ada hubungan sebab akibat yang kuat antara HPV dan Kanker Serviks.

“Infeksi HPV adalah penyebab yang diperlukan untuk pembentukan kanker,” kata Lisa Wong dikutip dari siaran resmi, Selasa.

Baca Juga: Penderita Asma Harus Tahu, Kenali Faktor Pemicu agar Asma tak Sebabkan Radang saat Kambuh

Namun, Lisa Wong menekankan bahwa infeksi HPV sangat umum. Faktanya, sekitar 50 hingga 80 persen wanita akan mengembangkan salah satu dari lebih dari 200 subtipe HPV yang diketahui, setidaknya sekali seumur hidup mereka.

Namun, sebagian besar kasus bersifat sementara dan tanpa gejala. Sekitar 80 persen kasus akan sembuh secara spontan dalam satu hingga dua tahun. Sebagian besar juga berisiko rendah, dan dapat menyebabkan kutil kelamin. Hanya sebagian kecil kasus – jenis onkogenik – akan berkembang menjadi kanker.

"Kanker sebenarnya adalah hasil yang jarang dari infeksi umum," kata Lisa Wong.

Lisa Wong menjelaskan tiga alat skrining utama untuk Kanker Serviks – Pap smear konvensional, sitologi berbasis cairan, dan tes HPV.

Pap smear konvensional punya karakteristik dibatasi oleh sensitivitas yang buruk (50-60 persen) dan dipengaruhi oleh metode pengumpulan, tetapi spesifisitas yang sangat baik (97,1 persen) dan nilai prediksi positif yang tinggi.

Sementara sitologi berbasis cairan punya sensitivitas tinggi (75-85 persen), dan tingkat negatif palsu yang lebih rendah, tetapi spesifisitas yang lebih rendah.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Promosi Kondom Harus Selaras dengan Nilai Kebudayaan

Jumat, 30 September 2022 | 18:22 WIB

Kenali Penyakit Jantung Bawaan Melalui Gejalanya

Jumat, 23 September 2022 | 07:45 WIB

Awas, Sembelit Dapat Sebabkan Kanker Usus

Jumat, 23 September 2022 | 07:15 WIB
X