• Rabu, 17 Agustus 2022

Dokter Anak Ungkap Perburukan Gejala Hepatitis Akut Berat Terjadi Lebih Cepat

- Kamis, 16 Juni 2022 | 17:20 WIB
Sejumlah virus diduga turut menjadi penyebab terjadinya hepatitis akut. (Pixabay @victoria_borodinova)
Sejumlah virus diduga turut menjadi penyebab terjadinya hepatitis akut. (Pixabay @victoria_borodinova)

PONTIANAK, insidepontianak.com - Penyakit hepatitis akut pada anak yang belakangan menyerang anak-anak di bawah usia 16 tahun, dapat terjadi lebih cepat.

Dokter spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Meida Tanukusumah, Sp.A mengatakan, perjalanan penyakit hepatitis akut biasanya ada empat fase.

Dimulai dari fase replikasi virus yaitu masuknya virus ke dalam tubuh namun belum menimbulkan gejala, kemudian fase gejala awal (prodromal), fase gejala lanjutan atau fase ikterik, dan fase penyembuhan. Namun, pada hepatitis akut berat, perjalanannya menjadi lebih cepat.

Baca Juga: Rupiah Melemah Dipicu Spekulasi Kembali Naiknya Suku Bunga The Fed

"Pada hepatitis akut berat misterius, begitu virus masuk langsung menunjukkan gejala awal, kemudian lanjut lagi ke gejala lanjutan menjadi hepatitis fulminan. Kita harus waspada karena perburukannya cepat," kata Meida Tanukusumah menjelaskan dalam sebuah webinar pada Kamis.

Adapun gejala awal hepatitis akut berat, kata Meida, di antaranya mual, muntah, diare, dan demam. Sedangkan gejala lanjutan berupa warna mata dan kulit menguning, urin berwarna pekat seperti teh, tinja berwarna putih pucat, gangguan pembekuan darah, kejang, bahkan penurunan kesadaran.

Penyakit hepatitis akut sendiri diketahui sebagai peradangan pada hati. Penyebab penyakit tersebut, di antaranya infeksi virus hepatitis A,B,C,D,E, infeksi non virus seperti bakteri, atau kondisi lain seperti racun, gangguan aliran darah ke hati, hingga trauma abdomen.

Akan tetapi, Meida Tanukusumah yang kini berpraktik di Rumah Sakit Medistra itu mengatakan penyebab hepatitis akut berat masih belum diketahui secara pasti dan masih dilakukan penelitian. Namun, ada hipotesis bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh adenovirus-41.

"Tapi ini baru hipotesis. Jadi masih diperlukan serangkaian proses ilmiah, perlu waktu penelitian yang banyak dan tentu biaya. Jadi belum diketahui penyebabnya," imbuh Meida Tanukusumah.

Meski demikian, Meida mengimbau para orang tua untuk tidak panik dan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta gerakan 6M untuk mencegah penularan hepatitis akut berat pada anak.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X