• Rabu, 17 Agustus 2022

Deteksi Dini Gangguan di Saluran Pencernaan dengan Endoskopi Ultrasound, Kata Ahli Lebih Akurat dan Detail

- Kamis, 16 Juni 2022 | 07:37 WIB
Ilustrasi - USG pada anak. (IStock)
Ilustrasi - USG pada anak. (IStock)


JAKARTA, insidepontianak.com – Saat ini ada teknologi bernama endoscopic ultrasonography atau endoskopi ultrasound (EUS). Cara ini bisa dianggap jauh lebih efektif mendeteksi gangguan pencernaan lebih akurat.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH menjelaskan, endoscopic ultrasonography atau endoskopi ultrasound (EUS) bisa lebih detail melihat apa yang terjadi dalam sistem pencernaan.

Hal tersebut, menurut Rino Alvani Gani, karena EUS dapat memberikan pandangan yang lebih jelas pada saluran cerna dan organ-organ di sekitarnya.

Baca Juga: Sempat Berhenti karena Pandemi, Komunitas Yaris Kembali Gelar Turing dan Kopdar se-Pulau Jawa

"EUS merupakan perpaduan antara alat endoskopi dan ultrasonography. Prinsipnya, gawai USG dipasang di ujung alat endoskopi dan dimasukkan ke dalam tubuh sehingga memberikan pandangan yang lebih detail dan rinci pada struktur saluran pencernaan dan organ-organ di sekitarnya," jelas Rino Alvani Gani saat diskusi virtual, Rabu.

"Kalau dengan USG yang biasa digunakan lewat kulit perut, seringkali harus melewati udara atau gas yang menyebabkan pancaran ultrasound tidak bisa mencapai organ dengan baik sehingga kita tidak bisa melihat jelas. Dengan EUS, karena ada di dalam badan, maka udara atau gas dihisap terlebih dahulu sehingga organ dapat terlihat jelas," lanjut Rino Alvani Gani.

Rino Alvani Gani memaparkan, EUS dapat melihat lubang esofagus atau kerongkongan, dinding esofagus, struktur di luar dinding esofagus seperti pembuluh darah dan jantung, isi lambung, dinding lambung, hingga struktur di luar lambung seperti pankreas, pembuluh darah, kantong empedu, hati, limpa, ginjal, serta kelenjar adrenal. Selain itu, EUS juga dapat melihat usus 12 jari.

Dengan demikian, kata Rino, EUS dapat digunakan untuk evaluasi dan tata laksana saluran cerna seperti kanker saluran cerna dan benjolan dalam dinding. Selain itu, juga dapat digunakan untuk mengevaluasi dan tata laksana penyakit kanker Pankreas, Kista Pankreas, Batu Empedu, dan kanker Saluran Empedu.

"EUS juga penting untuk menilai sejauh mana kanker sudah menerobos dinding saluran pencernaan," imbuh dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi yang berpraktik di RS Pondok Indah itu.

Menurut Rino Alvani Gani, kasus yang melibatkan pankreas menjadi kasus yang paling banyak terbantu oleh EUS. Pasalnya, pankreas berada jauh di dalam perut sehingga sulit dilakukan evaluasi dengan alat ultrasonography biasa maupun CT Scan. Sehingga, EUS sangat membantu dalam melakukan evaluasi secara lengkap pada pankreas.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X