• Rabu, 17 Agustus 2022

BKKBN Siapkan Data Pendukung Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

- Selasa, 14 Juni 2022 | 20:20 WIB
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (ANTARA/Wuryanti Puspitasari)
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (ANTARA/Wuryanti Puspitasari)

 

 
JAKARTA, insidepontianak.comHasto Wardoyo, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan menyiapkan hasil pendataan keluarga guna mendukung program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

BKKBN siap mendukung program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di Jakarta, Selasa, usai peluncuran Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kantor Kemenko PMK.

Hasto Wardoyo menjelaskan, sesuai dengan instruksi tersebut, BKKBN diamanatkan untuk menyiapkan hasil pendataan keluarga untuk penetapan kebijakan dalam intervensi penghapusan kemiskinan ekstrem termasuk penurunan stunting.

Baca Juga: Reses di Desa Matang Terap, Tony Terima Aspirasi Warga Terkait Kelangkaan Pupuk dan Solar

Selain itu, BKKBN juga diamanatkan untuk menyiapkan dan memberikan pelayanan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana, serta intervensi percepatan penurunan stunting kepada keluarga miskin ekstrem, kata Hasto Wardoyo.

Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem yang ditetapkan pada tanggal 8 Juni 2022, tambah dia, mengamanatkan kepada 22 Kementerian, enam lembaga dan pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing.

BKKBN, tambah dia, akan memperkuat sinergi serta kerja sama antar kementerian atau lembaga guna menyukseskan program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Baca Juga: Anggota DPR Dukung Rencana Penghapusan Minyak Goreng Curah

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah menargetkan untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem dari empat persen atau 10,86 juta jiwa pada saat ini menjadi nol persen pada tahun 2024.

“Target penghapusan kemiskinan ekstrem adalah nol persen atau tidak ada lagi kemiskinan ekstrem pada tahun 2024 mendatang,” katanya.

Ia mengatakan pada saat ini masalah kemiskinan ekstrem masih jadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk menuju Indonesia Maju.

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X