• Rabu, 5 Oktober 2022

RUU Provinsi Bali, Perjuangkan Kearifan Lokal dari Budaya hingga Tradisi dan Seni

- Senin, 13 Juni 2022 | 07:23 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan di kawasan Kebun Raya Eka Karya Bali, Tabanan, Bali, Minggu (23/8/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Wisatawan menikmati pemandangan di kawasan Kebun Raya Eka Karya Bali, Tabanan, Bali, Minggu (23/8/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)


BALI, insidepontianak.com – Pemerintah Pusat terus memperjuangkan pembahasan RUU Provinsi Bali terkait salah satu pasal yang mengatur pengakuan karakteristik kearifan lokal dan kebijakan Bali yakni budaya, tradisi, dan seni.

RUU Provinsi Bali ini masih dibahas alot di DPR dimana pembahasan ini langsung dikawal Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

"Sehingga apapun kebijakan nasional, semua terproteksi. Bali dengan budaya, seni dan tradisinya tidak tergerus," kata Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam saat menyampaikan sambutan pada pergelaran perdana Pesta Kesenian Bali ke-44 di Denpasar, Minggu malam.

Baca Juga: Fakta Menarik Gua Batu Hapu, Geopark Meratus Berusia Purba yang Jadi Wisata Alam Kalimantan Selatan

Tito Karnavian menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah menunjuk dirinya selaku Mendagri untuk menjadi wakil pemerintah dalam pembahasan RUU Provinsi Bali bersama DPR.

Menurut Tito Karnavian, memang sudah seharusnya setiap provinsi diatur oleh satu UU Provinsi Bali hingga saat ini masih diatur UU No. 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat I Bali, NTB, dan NTT.

"Satu pasal kami perjuangkan betul, yaitu pasal untuk mengakui karakteristik 'local wisdom' kebijakan lokal Bali yaitu budaya, tradisi dan seni," ujar Tito Karnavian pada acara yang dihadiri ribuan warga Bali yang memenuhi Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar itu.

Dengan pengakuan tersebut, menurut dia, kearifan lokal Bali tidak mudah tergerus oleh modernisasi dan kebijakan pemerintah pusat yang mungkin tidak bersahabat dengan tradisi, budaya, seni masyarakat setempat.

"Kekayaan utama Bali bukan pada alamnya, tetapi adalah seni budayanya yang luar biasa, yang terus-menerus diregenerasikan," ucap Tito Karnavian, mantan Kapolri itu.

Oleh karena itu, Tito Karnavian pun mendorong Gubernur Bali dan bupati/wali kota juga untuk membuat platform dasar hukum, berupa peraturan daerah atau peraturan gubernur serta peraturan bupati/wali kota agar seni dan budaya Bali harus dilestarikan.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X