• Rabu, 5 Oktober 2022

Fakta Menarik Gua Batu Hapu, Geopark Meratus Berusia Purba yang Jadi Wisata Alam Kalimantan Selatan

- Senin, 13 Juni 2022 | 07:02 WIB
Pengunjung melihat batu jenis batuan karst di dalam wisata Gua Batu Hapu di Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Sabtu (11/6/2021). ANTARA/Bayu Pratama S.
Pengunjung melihat batu jenis batuan karst di dalam wisata Gua Batu Hapu di Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Sabtu (11/6/2021). ANTARA/Bayu Pratama S.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pulau Kalimantan kaya akan wisata alam hingga budaya. Salah satunya di Kalimantan Setalan. Di sana terdapat Gua Batu Hapu.

Gua Batu Hapu yang merupakan salah satu Geosite Geopark Meratus di Kalimantan Selatan yang masih terjaga eksistensinya hingga sekarang. Gua itu menawarkan keunikan yang memesona dan sangat banyak dikunjungi wisatawan.

Memasuki mulut Gua Batu Hapu, mata langsung disuguhi dengan pemandangan takjub melihat akses masuk menyerupai gerbang raksasa yang luas dan atap berhias stalaktit yang runcing ke bawah.

Baca Juga: Wagub Jabar Terharu Lihat Antusiasme Warga Sambut Jenazah Eril

Sebanyak dua pohon besar juga menyambut pengunjung saat menaiki tangga, sebelum melangkah kaki ke dalam Gua Batu Hapu. Pemandangan itu terasa megah bagi wisatawan yang ke tempat itu.

Eksistensi Gua Batu Hapu masih terjaga sejak era 1970 hingga sekarang. Banyak kunjungan ke tempat itu, baik sekadar rekreasi maupun penelitian sejarah geologi.

Daya tarik pengunjung datang ke wisata Gua Batu Hapu, salah satunya karena ada batuan karst yang berbentuk unik, yaitu stalaktit dan stalagmit.

Batuan itu terbentuk alami dengan proses yang sangat lama. Tetesan air terdengar di dalam gua yang menandakan salah satu proses pembentukan batuan tersebut sedang berlangsung.

"Tidak hanya wisatawan, ada juga para mahasiswa pencinta alam bahkan peneliti datang ke sini," ujar pemandu wisata Gua Batu Hapu, Subianto, Sabtu (11/6).

Selain memiliki ruang yang besar, keelokan Gua Batu Hapu tambah memesona pada saat titik ray of light (rol) mendapatkan cahaya Matahari di kisaran pukul 12.00-13.00 Wita.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X