• Rabu, 5 Oktober 2022

Cabai, Si Mungil Nan Pedas Penghasil Cuan di Rumah

- Kamis, 16 Juni 2022 | 10:25 WIB
CABAI-RAWIT
CABAI-RAWIT

Cabai atau cabe merah atau lombok (bahasa Jawa), merupakan buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara, sebagai penguat rasa makanan.

Cabai merupakan komoditas sayuran yang cukup strategis, baik cabai merah maupun cabai rawit. Pada musim tertentu, kenaikan harga cabai cukup signifikan sehingga memengaruhi tingkat inflasi.

Budidaya cabai pertama kali ditemukan dalam tapak galian sejarah Peru dan sisaan biji yang telah berumur lebih dari 5000 tahun SM di dalam gua di Tehuacan, Meksiko. Penyebaran cabai ke seluruh dunia, termasuk negara-negara di Asia, seperti Indonesia dilakukan oleh pedagang Spanyol dan Portugis.

Cabe merupakan tanaman dengan famili Solanaceae, dan spesies Capsicum annum L. Tanaman ini merupakan tanaman yang mudah untuk dibudidayakan dengan nilai ekonomi yang tinggi.

Pekarangan merupakan salah satu alternatif masyarakat dalam membudidayakan tanaman cabe. Pekarangan adalah sebidang tanah darat yang terletak langsung di sekitar rumah tinggal yang jelas batasnya. Maka, pekarangan merupakan lahan yang mudah diusahakan oleh seluruh anggota keluarga, dengan memanfaatkan waktu luang yang tersedia.

Prospek pengembangan budidaya cabe lahan pekarangan, diantaranya: mengurangi pengeluaran untuk konsumsi pangan, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan merangsang tumbuhnya ekonomi produktif. Seperti, usaha pembibitan, teknologi pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk atau pestisida organic, produk pengolahan pascapanen, sehingga dapat memacu inovasi dan kreatifitas, guna meningkatkan pengembangan infastruktur pendukung dan investasi.

Cabai memiliki banyak manfaat. Antara lain, menjaga kesehatan jantung. Membantu menurunkan gula darah. Membunuh sel kanker. Penghilang rasa sakit. Melegakan hidung tersumbat. Menurunkan berat badan. Detoksifikasi. Menjaga kesehatan, dan lainnya.

Tanaman cabai cukup mudah dibudidayakan. Menariknya, kita tidak perlu lahan luas, bila ingin bercocok tanam cabai. Cukup memanfaatkan pot atau polybag, kita dapat menanam cabe tanpa khawatir lonjakan harga cabe naik. Malah, beberapa petani cabe rawit, kini sudah tak lagi menanam cabe rawit di lahan. Mereka menanamnya di dalam polybag.

Cabe dapat tumbuh dan berkembang optimal pada syarat tumbuh. Pertama, berdasarkan ketinggian tempat dan iklim. Ketinggian suatu daerah, menentukan jenis cabe yang akan ditanam. Suhu rata-rata yang baik untuk pertumbuhan cabai adalah 18 - 28°C, dengan kelembapan udara yang tinggi.

Kedua, air sangat penting bagi tanaman. Fungsinya membantu penyerapan unsur hara oleh akar tanaman, mengangkut hasil fotosintesis, serta melancarkan aerasi udara dan suplai oksigen dalam tanah. Ketiga, derajat keasaman tanahnya (pH tanah) antara 6,0 - 7,0, tetapi akan lebih baik kalau pH tanahnya 6,5. Tanah harus berstruktur remah atau gembur.

Tahapan dan Langkah Merawat Cabe
1. Proses pemilihan benih: pilih benih cabe yang ingin Anda tanam.
2. Menyemai benih cabe.
3. Area penanaman: lokasi setidaknya harus sudah disiapkan minimal dua minggu sebelum waktu tanam. Bahan yang diperlukan adalah tanah gembur, pupuk kompos, pupuk kandang, dan polybag ukuran diameter minimal 30 cm. Untuk jumlah polybag sendiri, silakan disesuaikan dengan keinginan dan luas lahan tempat Anda menanam cabe.
4. Penanaman benih cabe.
5. Merawat benih cabe rawit pedas: setelah tertanam dengan baik, lakukan perawatan tanaman, terdiri dari tiga bagian: pemupukan, penyiraman, dan penanggulangan hama.
6. Proses memanen budidaya cabe rawit: Saat cabe berusia mulai dari 44 sampai 50 hari, cabe Anda akan segera mulai berbunga. Saat memasuki usia 60 hingga 80 hari, cabe akan segera berbuah dan siap dipanen. Proses pemanenan sebaiknya dilakukan saat pagi mulai menghangat, alias setelah embun kering. Ambillah cabe yang belum terlalu matang. Ambil saja cabe yang masih ada garis hijau di kulitnya.

Analisis Potensi dan Keuntungan
Modal awal yang diperlukan dalam budidaya tanaman cabe di polibag, yakni benih cabe, pupuk kandang, kapur (dolomit), urea, SP, polobag, tanah, pestisida, sekam dan biaya tenaga kerja sekitar Rp21.000.000.

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Insidepontianak.com

Tags

Terkini

Benarkah Indonesia Dijajah 350 Tahun?

Kamis, 4 Agustus 2022 | 20:10 WIB

Investasi Menjanjikan dari Limbah Sabut Kelapa

Rabu, 15 Juni 2022 | 16:52 WIB

Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air pada Anak

Rabu, 11 Mei 2022 | 12:54 WIB

Islam, Pluralisme dan Multikulturalisme

Kamis, 5 Mei 2022 | 08:34 WIB

Dubes Ukraina, Apa Anda Paham Etika Diplomasi?

Selasa, 8 Maret 2022 | 15:59 WIB
X