• Sabtu, 1 Oktober 2022

DPR RI Setuju RUU APBN 2023 Fokus pada Pengembangan SDM

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:13 WIB
 Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar.  (Antara)
Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar. (Antara)


JAKARTA, insidepontianak.com - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyetujui RUU APBN 2023, yang fokus terhadap pengembangan dan penguatan sumber daya manusia atau SDM.

"Saya setuju dengan APBN dari Presiden bahwa SDM prioritas karena setelah krisis nanti kita punya SDM tetap kuat," ujar Cak Imin saat diwawancarai usai Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato RUU APBN 2023 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR RI Tahun Sidang 2022-2023 di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Cak Imin mengatakan dukungan untuk kaum muda melalui anggaran peningkatan kualitas SDM membuat tenaga kerja muda itu tidak sia-sia.

Menurut Cak Imin, DPR RI akan terus mendorong upaya pemerintah dalam pengembangan SDM.

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo menyampaikan penguatan kualitas SDM unggul yang produktif, inovatif, dan berdaya saing melalui peningkatan kualitas pendidikan dan sistem kesehatan, serta akselerasi reformasi sistem perlindungan sosial.

Pemerintah menyiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp608,3 triliun untuk peningkatan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga: Komisi XI DPR RI Ingatkan “Momok” Inflasi yang Membayangi APBN 2023

Presiden Jokowi menekan bahwa Indonesia harus mampu memanfaatkan bonus demografi dan siap menghadapi disrupsi teknologi.

"Kita harus menyiapkan SDM yang produktif, inovatif, dan berdaya saing global dengan tetap mengamalkan nilai-nilai Pancasila, berakhlak mulia, dan menjaga jati diri budaya bangsa," kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa upaya peningkatan kualitas SDM Indonesia ditekankan pada lima hal, yaitu peningkatan akses pendidikan pada seluruh jenjang pendidikan; peningkatan kualitas sarana prasarana penunjang kegiatan pendidikan, terutama di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T); penguatan link and match dengan pasar kerja; pemerataan kualitas pendidikan; serta penguatan kualitas layanan PAUD.

Selanjutnya, pemerintah juga berkomitmen untuk memperkuat investasi di bidang pendidikan, antara lain dengan mendukung perluasan program beasiswa, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan tinggi kelas dunia, dan pengembangan riset dan inovasi.

Baca Juga: Jokowi: Pasar Keuangan Negara Berkembang Terguncang karena Pengetatan Moneter

 

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

CMI Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Prasejahtera

Rabu, 28 September 2022 | 18:27 WIB

PLN Batalkan Program Kompor Listrik, Ini Alasannya

Selasa, 27 September 2022 | 23:43 WIB
X