• Minggu, 25 September 2022

Kinerja Ekspor Menguat, Ekonom Proyeksikan Neraca Perdagangan Juli Surplus 3,85 Dolar AS

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 21:44 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/6/2022). (Antara)
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/6/2022). (Antara)

JAKARTA, insidepontianak.com - Kepala Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memproyeksikan neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2022 akan mencatat surplus 3,85 miliar dolar AS yang didukung oleh menguatnya kinerja ekspor.

Menurut dia, harga komoditas di tingkat global masih mendukung kinerja ekspor Indonesia, meskipun kekhawatiran terhadap resesi global mulai memberikan tekanan.

"Harga komoditas tetap mendukung kinerja ekspor, namun kekhawatiran resesi global telah memberikan tekanan pada harga," ujar Faisal dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Ia memproyeksikan pertumbuhan ekspor pada Juli 2022 mencapai 23,01 persen year on year (yoy), atau lebih kecil dibandingkan capaian Juni 2022 yang sebesar 40,67 persen yoy. Proyeksi itu disebabkan mulai menurunnya harga komoditas unggulan Indonesia di tingkat global, ditambah gejolak ekonomi lainnya.

"Hal ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan harga batu bara dan CPO, penurunan Baltic Dry Index yang menunjukkan volume perdagangan global yang lebih lambat, dan perlambatan impor China dari Indonesia," ujar Faisal.

Sedangkan untuk impor, Faisal memproyeksikan pada Juli 2022 akan tumbuh lebih kuat sebesar 31,02 persen yoy dibandingkan pada Juni 2022 yang sebesar 21,98 persen yoy.

Baca Juga: Kemenkeu Harap Peningkatan Ekspor Dapat Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Menurut dia, hal ini disebabkan menurunnya kasus Covid-19 varian Delta, PMI manufaktur yang meningkat menjadi 51,3 pada Juli 2022, dan ekspor China ke Indonesia yang dilaporkan menguat.

"Sementara itu, impor tetap solid, seiring dengan percepatan pemulihan ekonomi domestik," ujar Faisal.

Faisal juga memperkirakan sepanjang semester II-2022 harga komoditas global akan kembali normal yang berdampak pada menurunnya kinerja ekspor Indonesia. Di sisi lain, impor akan tetap solid seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan terus naik seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

Halaman:

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mau Tahu Tanda-tanda BSU Sudah Cair, Cek di Link Ini

Jumat, 16 September 2022 | 15:37 WIB

Nasabah Asuransi Prudential Marah, Uang Tak Kembali

Kamis, 15 September 2022 | 15:55 WIB
X