• Minggu, 25 September 2022

Data Ekonomi AS Kuat, Harga Emas Dunia Jatuh 6,5 Dolar AS

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 16:10 WIB
Ilustrasi emas batangan.  (Antara/Reuters)
Ilustrasi emas batangan. (Antara/Reuters)


CHICAGO, insidepontianak.com - Harga emas dunia melemah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat (12/8/2022), menghentikan keuntungan di atas level psikologis 1.800 dolar selama tiga hari berturut-turut.

Merosotnya harga emas dunia di pasar spot karena data ekonomi AS yang kuat mengurangi daya tarik logam kuning ini meskipun masih bertahan di atas level psikologis 1.800 dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh 6,5 dolar AS atau 0,36 persen, menjadi ditutup pada 1.807,20 dolar AS per ounce.

Harga emas berjangka terkerek 1,40 dolar AS atau 0,08 persen menjadi 1.813,70 dolar AS pada Rabu (10/8/2022), setelah terdongkrak 7,1 dolar AS atau 0,39 persen menjadi 1.812,30 dolar AS pada Selasa (9/8/2022), dan bertambah 14 dolar AS atau 0,78 persen menjadi 1.805,20 dolar AS pada Senin (8/8/2022).

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (11/8/2022) bahwa indeks harga produsen (IHP) AS, ukuran inflasi sebelum mencapai konsumen, turun 0,5 persen pada Juli secara tahunan. Itu adalah penurunan bulanan pertama sejak April 2020 dan turun dari kenaikan tajam satu persen dari Mei ke Juni.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS lainnya menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal AS naik 14.000 menjadi 262.000 yang disesuaikan secara musiman dalam pekan yang berakhir 6 Agustus. Angka tersebut sedikit lebih rendah dari perkiraan para ekonom sebanyak 263.000 permohonan.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Terkerek Lagi 1,40 Dolar karena Inflasi AS Melemah

Data IHP disebut datang setelah Indeks Harga Konsumen atau IHK untuk Juli yang lebih penting. Laporan IHK menunjukkan pertumbuhan nol untuk Juli dan ekspansi tahunan sebesar 8,5 persen, dibandingkan perkiraan ekonom masing-masing sebesar 0,2 persen dan 8,7 persen.

"Investor mungkin menjadi terlalu optimis tentang poros The Fed," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.

"Emas perlu melihat lebih banyak data dalam beberapa bulan ke depan untuk mengkonfirmasi bahwa tekanan inflasi moderat."

Setidaknya tiga pejabat The Fed mengatakan dalam beberapa hari terakhir bahwa The Fed belum siap untuk menurunkan suku bunga.

The Fed "jauh, jauh dari menyatakan kemenangan" pada inflasi, Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada sebuah konferensi.

Presiden Fed San Francisco Mary Daly, dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, juga memperingatkan terlalu dini bagi bank sentral AS untuk "menyatakan kemenangan" dalam perjuangannya melawan inflasi.

Presiden Fed Chicago Charles Evans menyebut inflasi tinggi "belum dapat diterima", mengatakan dia yakin The Fed kemungkinan perlu menaikkan suku bunga menjadi 3,25-3,5 persen tahun ini dan menjadi 3,75-4,0 persen pada akhir tahun depan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 39,3 sen atau 1,89 persen, menjadi ditutup pada 20,349 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 13,3 dolar AS atau 1,41 persen, menjadi ditutup pada 959,40 dolar per ounce.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Kembali Terdongkrak 7,1 Dolar

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mau Tahu Tanda-tanda BSU Sudah Cair, Cek di Link Ini

Jumat, 16 September 2022 | 15:37 WIB

Nasabah Asuransi Prudential Marah, Uang Tak Kembali

Kamis, 15 September 2022 | 15:55 WIB
X