• Sabtu, 1 Oktober 2022

BI Targetkan 45 Juta UMKM Gunakan Teknologi Pembayaran Digital QRIS di 2023

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:05 WIB

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam acara Peluncuran Laporan Akuntabilitas Tahun 2020 di Jakarta, Rabu (27/1/2021). Antara

JAKARTA, insidepontianak.com - Bank Indonesia atau BI menargetkan sebanyak 45 juta UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dapat menjadi pengguna teknologi pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS pada 2023.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mendigitalisasi lebih dari 20 juta UMKM melalui QRIS yang diluncurkan sejak 17 Agustus 2019.

“Dengan ini digitalisasi UMKM berkembang pesat melalui penggabungannya ke platform e-commerce, fintek, maupun bank digital,” kata Gubernur BI Perry Warjio dalam video-tapping Forum Kedutaan Besar AS bertajuk "Perempuan dalam Fintek" di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Dalam dua sampai tiga tahun ke depan, Gubernur BI Perry Warjiyo menargetkan pengguna QRIS akan mencapai 30 sampai 65 juta UMKM.

Baca Juga: BI Target Pengguna QRIS Tembus 65 Juta pada Tiga Tahun Mendatang

BI juga telah menyediakan infrastruktur pembayaran digital secara cepat BI-Fast yang membuat transaksi keuangan dapat dilakukan dalam beberapa detik dengan biaya maksimal Rp2.500, guna mendigitalisasi sistem pembayaran Indonesia dan mendorong transformasi digital UMKM.

“Ini melayani kebutuhan tidak hanya e-commerce, fintek, dan perbankan digital, tapi juga membuat transaksi arus kas UMKM menjadi lebih cepat,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Baik QRIS maupun BI-Fast merupakan bagian dari program BI untuk mendigitalisasi sistem pembayaran sebagaimana tertuang dalam Cetak Biru Digitalisasi Sistem Pembayaran Indonesia 2020-2025 yang diluncurkan pada 2019.

Selain itu BI juga telah melakukan standarisasi penyebutan layanan pembayaran digital menjadi Standar Nasional Open API Pembayaran atau SNAP agar setiap transaksi pembayaran menggunakan bahasa dan kode yang sama.

“Ini satu bahasa untuk banyak pembayaran, ini juga mendukung digitalisasi ekonomi dan keuangan kita, termasuk pemanfaatannya juga untuk mendukung pengembangan UMKM perempuan,” imbuh Gubernur BI Perry Warjiyo.

Baca Juga: Ekonom UI Sebut Empat Negara ASEAN Bisa Dipaksa Ikut Sistem Perbankan Indonesia Lewat Penerapan QRIS

 

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

CMI Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Prasejahtera

Rabu, 28 September 2022 | 18:27 WIB

PLN Batalkan Program Kompor Listrik, Ini Alasannya

Selasa, 27 September 2022 | 23:43 WIB
X