• Sabtu, 1 Oktober 2022

Sri Mulyani: Presiden Minta Target KUR Dinaikkan Jadi Rp320 Triliun di 2024

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:03 WIB
Menkeu Sri Mulyani dalam acara The 1st International Conference on Women & Sharia Community Empowerment yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (11/08/2022).  (Antara)
Menkeu Sri Mulyani dalam acara The 1st International Conference on Women & Sharia Community Empowerment yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (11/08/2022). (Antara)


JAKARTA, insidepontianak.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar target volume penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR bisa dinaikkan mencapai di atas Rp320 triliun pada 2024.

"Angka Rp320 triliun merupakan sebuah nilai yang sangat besar," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam acara The 1st International Conference on Women & Sharia Community Empowerment yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Adapun saat ini, kata Sri Mulyani, jumlah KUR yang disalurkan oleh pemerintah melalui perbankan, termasuk perbankan syariah, setiap tahun dinaikkan dari hanya Rp170 triliun menjadi Rp270 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan, dalam skema KUR, usaha kecil yang meminjam dana di perbankan hanya membayar suku bunga dengan beban yang sangat minim lantaran diberi subsidi yang luar biasa banyak oleh pemerintah hingga mencapai lebih dari Rp24 triliun.

Baca Juga: Penyaluran KUR Capai Rp209,05 Triliun hingga Akhir Juli 2022

Hal tersebut juga merupakan salah satu dorongan agar modal yang ada di perbankan bisa disalurkan untuk UMKM, selain pemerintah mengurangi beban bagi UMKM dalam bentuk subsidi bunga.

Kendati begitu Sri Mulyani mengatakan masih terdapat banyak UMKM yang tidak mampu masuk ke dalam sistem perbankan atau unbankable, sehingga diberikan upaya pemberdayaan atau diikutsertakan program dana bergulir yang dikelola Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) Kementerian Keuangan.

Selain itu kata Sri Mulyani, terdapat pula lembaga keuangan bukan bank seperti PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang memberikan modal dengan syarat pinjaman yang jauh lebih berbeda dan tidak serumit di perbankan, namun bertujuan untuk bisa menjangkau sampai kepada usaha kecil yang levelnya ultra mikro .

"Itu semuanya adalah pemahaman yang lebih ke bawah lagi di level akar rumput karena kita tahu banyak UMKM yang memang belum bisa, belum memenuhi syarat, dan belum cukup untuk bisa masuk ke perbankan," tutur Sri Mulyani.

Baca Juga: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Sebut Realisasi KUR Penempatan PMI Capai Rp2,42 Triliun

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

CMI Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Prasejahtera

Rabu, 28 September 2022 | 18:27 WIB

PLN Batalkan Program Kompor Listrik, Ini Alasannya

Selasa, 27 September 2022 | 23:43 WIB
X