• Rabu, 10 Agustus 2022

Sri Mulyani: Faktor Eksternal Jadi Tantangan Ekonomi Indonesia ke Depan

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 20:54 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Soft Launching Buku: Keeping Indonesia Safe from Covid-19 di Jakarta, Jumat (5/8/2022).  (Antara)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Soft Launching Buku: Keeping Indonesia Safe from Covid-19 di Jakarta, Jumat (5/8/2022). (Antara)


JAKARTA, insidepontianak.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan tantangan keberlangsungan ekonomi Indonesia ke depan akan berasal dari eksternal termasuk situasi geopolitik yang tidak menentu hingga agresivitas kebijakan negara maju.

“Tantangan ke depan seperti apa? Well, it is certainly coming from luar,” kata Sri Mulyani dalam acara Soft Launching Buku: Keeping Indonesia Safe from Covid-19 di Jakarta, Jumat.

Sri Mulyani menuturkan tekanan geopolitik termasuk perang merupakan situasi yang sangat sulit diprediksi mengingat jika kemarin dunia terfokus pada perang Ukraina dan Rusia kini tiba-tiba mengarah ke Taiwan dan China.

Situasi geopolitik yang tidak menentu tersebut menimbulkan berbagai gejolak termasuk krisis harga energi, pangan dan pupuk saat ini akibat perang Rusia dan Ukraina.

Selain itu, langkah The Federal Reserve atau The Fed yang menaikkan suku bunganya secara lebih agresif turut menambah tantangan bagi berbagai negara termasuk negara berkembang seperti Indonesia.

Baca Juga: Sri Mulyani: Kinerja Positif APBN Jadi Modal untuk Antisipasi Dampak Gejolak Global

Sri Mulyani mengibaratkan langkah The Fed dalam menaikkan suku bunga secara agresif seperti orang menggunakan antibiotik dengan dosis tinggi untuk mengobati suatu penyakit dalam tubuh.

“Ini sudah menggunakan instrumen kebijakan yang sangat powerfull. Nanti siapa yang kena terlebih dahulu dari antibiotiknya? Apa kah penyakitnya yaitu inflasi? Atau growth-nya atau excess-nya,” kata Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, apabila badan atau fondasi pemulihan Amerika Serikat belum kuat maka langkah The Fed yang awalnya ditujukan untuk menekan laju inflasi justru membuat pertumbuhan ekonominya tertahan.

“Bisa saja badannya tidak kuat, yang mau dihajar inflasi yang kena growth-nya duluan. We never know apa yang akan terjadi tergantung data ke depan. Tapi apapun itu harus kita antisipasi. The same thing di Eropa,” jelas Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengingatkan bahwa tidak akan ada yang pernah tahu situasi yang akan terjadi ke depan sehingga saat ini data menjadi aspek penting dalam melihat potensi di masa depan dan mengantisipasi spillover effect dari kebijakan negara maju.

“Itu yang harus kita hadapi yaitu spillover dari ekonomi maupun kebijakan negara-negara yang mereka adopsi,” tegas Sri Mulyani.

Baca Juga: Sri Mulyani: Ancaman Potensi Resesi Sangat Nyata Bagi Banyak Negara

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X