• Rabu, 10 Agustus 2022

Kurs Hari Ini: Rupiah Jelang Akhir Pekan Menguat ke Posisi Rp14.894 Per Dolar AS

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 20:40 WIB
Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020).  (Antara)
Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). (Antara)


JAKARTA, insidepontianak.com - Nilai tukar atau kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (5/8/2022) sore ditutup menguat 39 poin atau 0,26 persen ke posisi Rp14.894 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.933 per dolar AS.

Menguatnya nilai tukar atau kurs rupiah jelang akhir pekan ini ditopang data pertumbuhan ekonomi domestik yang masih solid.

Sebelumnya pada Jumat pagi, nilai tukar atau kurs rupiah dibuka menguat ke posisi Rp14.897 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.892 per dolar AS hingga Rp14.915 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke posisi Rp14.904 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.929 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Jumat, mengatakan, penguatan rupiah didukung oleh rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2022 yang masih tumbuh di atas 5 persen.

Baca Juga: Kurs Hari Ini: Meski Dibuka Menguat 31 Poin, Rupiah Berpotensi Melemah karena Ketegangan AS dan China

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,44 persen pada triwulan II-2022 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), menandakan pemulihan ekonomi terus berlanjut dan semakin menguat.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I 2022 pun tercatat tumbuh 5,23 persen dibandingkan dengan paruh pertama tahun lalu.

"Selain itu, pelaku pasar masih belum melepaskan kemungkinan The Fed tidak akan lebih agresif menaikkan suku bunga acuannya di sisa tahun ini karena indikasi resesi AS. Ini mendukung pelemahan dolar AS," ujar Ariston.

Ariston menambahkan, data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS semalam yang lebih buruk dari ekspektasi meningkatkan kemungkinan resesi di AS.

Departemen Tenaga Kerja AS mencatat klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, meningkat 6.000 klaim menjadi 260.000 klaim dalam pekan yang berakhir 30 Juli, mendekati level tertinggi sejak November.

Baca Juga: Kurs Hari Ini: Rupiah Kembali Ditutup Melemah ke Posisi Rp14.933 Per Dolar AS

 

 

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X