• Minggu, 14 Agustus 2022

Ekonom: Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,44 Persen Buktikan Resiliensi Indonesia

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 15:16 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/6/2022). (Antara)
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/6/2022). (Antara)


JAKARTA, insidepontianak.com - Ekonom Center of Reform on Economics atau CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyatakan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2022 yang mencapai 5,44 persen (yoy) membuktikan resiliensi Indonesia di tengah gejolak dan krisis.

“Kalau dilihat dari kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal kedua, saya kira posisi Indonesia, terutama perekonomian domestik, cukup resiliensi,” kata Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet kepada di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan resiliensi Indonesia itu terbukti ketika banyak negara saat ini justru mengalami tekanan hingga kontraksi akibat situasi geopolitik yang tidak menentu dan proses pemulihan dari pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Ekonom CORE ini menjelaskan ekonomi nasional yang tumbuh tinggi pada kuartal II ini tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam mengendalikan kasus Covid-19 yang relatif baik.

Pengendalian Covid-19 yang baik tersebut, lanjut dia,  pada akhirnya mendorong kembali aktivitas perekonomian masyarakat untuk bergeliat, terutama di bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Menurut Ekonom CORE ini, pola konsumsi masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini cukup baik dan mampu menjadi salah satu pendukung pertumbuhan, meski sempat terdapat kenaikan harga komoditas seperti minyak goreng.

Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44 Persen pada Triwulan II 2022, Lebih Tinggi dari Sebelum Pandemi

“Kuartal dimana ada bulan Ramadhan dan Idul Fitri itu biasanya menjadi kuartal dengan pertemuan ekonomi yang relatif baik karena ada pola seasonal di sana,” ujarnya.

Selain itu Yusuf menuturkan APBN turut mempunyai peranan terutama dalam menjadi penjaga untuk daya beli masyarakat kelompok miskin sehingga mereka tetap bisa melakukan konsumsi di tengah berbagai tingginya harga komoditas.

Di sisi lain ia menyebutkan dorongan APBN ini tidak sebesar tahun lalu mengingat realisasi belanja negara sempat terkontraksi 0,8 persen (yoy) pada Mei yaitu dari Rp945,7 triliun menjadi Rp938,2 triliun.

“Ini menunjukkan dorongan ataupun efek multiplier yang diberikan oleh APBN ke perekonomian tidak sebesar tahun lalu,” tegas Ekonom CORE ini.

Sebagai informasi Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,44 persen (yoy) pada kuartal II 2022 yang berasal dari kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) maupun PDB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK).

PDB ADHB pada kuartal II-2022 tercatat Rp4.919,9 triliun atau meningkat dari kuartal II 2021 yang sebesar Rp4.176,4 triliun sementara PDB ADHK membaik dari Rp2.772,9 triliun di kuartal II 2021 menjadi Rp2.923,7 triliun pada kuartal II 2022.

Baca Juga: BPS: Penyumbang Utama Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berasal dari Konsumsi Rumah Tangga

 

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tablet Oppo Pad Air Akan Segera Dirilis di Indonesia

Kamis, 11 Agustus 2022 | 21:36 WIB
X