• Rabu, 10 Agustus 2022

BPS: Penyumbang Utama Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berasal dari Konsumsi Rumah Tangga

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 15:01 WIB
Kepala BPS Margo Yuwono dalam Pengumuman Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (5/8/2022).  (Antara)
Kepala BPS Margo Yuwono dalam Pengumuman Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (5/8/2022). (Antara)


JAKARTA, insidepontianak.com - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Margo Yuwono menyebutkan konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan-ekonomi">pertumbuhan ekonomi atau PDB (produk domestik bruto) tertinggi Indonesia pada triwulan II 2022 menurut pengeluaran, yakni sebesar 2,92 persen.

"Sebagai penyumbang utama pertumbuhan-ekonomi">pertumbuhan ekonomi triwulan kedua yang tumbuh 5,44 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy), konsumsi rumah tangga tumbuh sangat impresif yaitu 5,51 persen (yoy)," ucap Margo dalam Pengumuman Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tersebut juga terlihat jika dibandingkan dengan triwulan I 2022 yang sebesar 4,34 persen (yoy) disebabkan daya beli kelompok masyarakat bawah yang terbantu oleh bantuan sosial.

Selain itu, ia menyampaikan terdapat peningkatan aktivitas belanja kelompok masyarakat menengah atas, khususnya pada momen Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Setelah konsumsi rumah tangga, sumber pertumbuhan-ekonomi">pertumbuhan ekonomi tertinggi Indonesia menurut pengeluaran adalah net ekspor atau nilai ekspor dikurang nilai impor, yaitu dengan porsi 2,14 persen.

Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44 Persen pada Triwulan II 2022, Lebih Tinggi dari Sebelum Pandemi

Ekspor barang dan jasa menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi dalam distribusi dan pertumbuhan PDB menurut pengeluaran, lantaran berhasil melesat sebesar 19,74 persen (yoy). Sementara impor tercatat tumbuh 12,34 persen (yoy).

Selanjutnya, Margo menuturkan pembentukan modal tetap bruto atau PMTB yang menjadi indikator investasi sebagai sumber pertumbuhan tertinggi ketiga PDB Indonesia kuartal kedua tahun ini, dengan porsi 0,94 persen.

"PMTB tumbuh moderat sebesar 3,07 persen (yoy) pada triwulan II 2022 yang didorong oleh pertumbuhan barang modal (mesin, kendaraan, bangunan dan konstruksi lainnya) serta peningkatan realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN)," ungkapnya.

Sementara itu, sambung dia, komponen pengeluaran lainnya menyumbang PDB sebesar minus 0,56 persen, yaitu konsumsi pemerintah yang terkontraksi 5,24 persen (yoy) dan konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) yang meningkat 5,04 persen.

Adapun kontraksi konsumsi pemerintah pada triwulan II 2022 disebabkan oleh penurunan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa APBN.

Baca Juga: BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan Dua Capai 5,05 Persen

 

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X