• Minggu, 14 Agustus 2022

Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok di Bawah 90 Dolar Per Barel, Jatuh ke Level Terendah Sejak Invansi Ukraina

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 13:55 WIB
 Ladang minyak BP Eastern Trough Area Project (ETAP) di Laut Utara, sekitar 100 mill dari Aberdeen Skotlandia.  (Antara/Reuters)
Ladang minyak BP Eastern Trough Area Project (ETAP) di Laut Utara, sekitar 100 mill dari Aberdeen Skotlandia. (Antara/Reuters)


NEW YORK, insidepontianak.com - Harga minyak dunia jatuh di bawah ambang 90 dolar per barel atau ke level terendah sejak 2 Februari pada akhir perdagangan Kamis waktu New York atau Jumat (5/8/2022) pagi.

Anjloknya harga minyak dunia ke level terendah sejak sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada Februari ini dipicu keresahan para pedagang atas kemungkinan resesi ekonomi tahun ini yang meningkatkan kekhawatiran dapat menghambat permintaan energi.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September kehilangan 2,12 dolar AS atau 2,3 ​​persen, menjadi menetap di 88,54 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, penyelesaian pertama di bawah ambang 90 dolar per barel sejak 2 Februari.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober merosot 2,66 dolar AS atau hampir 2,8 persen, menjadi ditutup pada 94,12 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, penyelesaian terendah sejak 18 Februari.

Kemunduran harga terjadi setelah aksi jual di pasar minyak, dengan standar harga minyak mentah AS dan Brent masing-masing anjlok 4,0 persen dan 3,7 persen, pada Rabu (3/8/2022).

Baca Juga: Tertekan Data Persediaan AS dan Keputusan OPEC Plus, Harga Minyak Dunia Jatuh 3,76 Dolar AS

Data yang dirilis Rabu (3/8/2022) menunjukkan lonjakan stok minyak mentah AS pekan lalu, memicu kekhawatiran atas pelemahan permintaan.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan persediaan minyak mentah negara itu meningkat 4,5 juta barel selama pekan yang berakhir 29 Juli. Para analis yang disurvei oleh S&P Global Commodity Insights memperkirakan penurunan 1,7 juta barel dalam pasokan minyak mentah.

"Tampaknya pelemahan dari Rabu (3/8/2022) menyusul permintaan bensin tersirat AS yang lebih lemah dari perkiraan, bersama dengan terobosan level dukungan teknis pada Kamis (4/8/2022), telah menyeret minyak lebih rendah," kata Analis UBS, Giovanni Staunovo.

Prospek permintaan tetap diliputi oleh meningkatnya kekhawatiran tentang kemerosotan ekonomi di AS dan Eropa, tekanan utang di negara-negara berkembang, dan kebijakan nol Covid-19 yang ketat di China, importir minyak terbesar dunia.

Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, secara kolektif dikenal sebagai OPEC Plus, pada Rabu (3/8/2022) memutuskan akan meningkatkan produksi sebesar 100.000 barel per hari untuk September.

Baca Juga: Data Manufaktur Lemah, Harga Minyak Mentah Dunia Tergelincir 4,73 Dolar AS

 

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tablet Oppo Pad Air Akan Segera Dirilis di Indonesia

Kamis, 11 Agustus 2022 | 21:36 WIB
X