• Minggu, 14 Agustus 2022

Info Saham: Harga Minyak Global Anjlok, IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 13:35 WIB
Pekerja membersihkan dinding dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.  (Antara)
Pekerja membersihkan dinding dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Antara)


JAKARTA, insidepontianak.com – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia atau BEI pada Jumat (5/8/2022) pagi dibuka menguat 10,69 poin atau 0,15 persen ke posisi 7.068,04.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,23 poin atau 0,22 persen ke posisi 1.006.

Tim Riset Surya Fajar Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat menyebut IHSG Bursa Efek Indonesia atau BEI jelang akhir pekan berpotensi menguat di tengah pelemahan harga minyak global.

"Untuk hari ini IHSG berpotensi melanjutkan penguatan. Harga minyak global kembali melanjutkan pelemahan ke bawah 90 dolar AS per barel. Kondisi ini semakin menurunkan kekhawatiran inflasi dan meningkatkan konfidensi investor asing untuk masuk kembali ke pasar saham Indonesia," tulis Tim Riset Surya Fajar Sekuritas dalam kajiannya.

Saham-saham komoditas berbasiskan ekspor dinilai akan mengalami tekanan oleh kondisi tersebut, namun saham-saham yang berbasiskan permintaan dari dalam negeri akan diuntungkan oleh kondisi itu.

Pelaku pasar juga akan mulai melirik saham konsumer berkapitalisasi besar atau big cap yang tertekan akhir-akhir ini.

Baca Juga: Info Saham: Ditutup di Zona Hijau, IHSG Menguat ke Posisi 7.057,35 Seiring Aksi Beli Asing

Dari eksternal bursa saham Amerika Serikat bergerak variatif tadi malam. Pelaku pasar masih menantikan rilis data tenaga kerja non pertanian atau non-farm payroll.

Data tersebut akan dirilis pada Jumat malam. Berdasarkan konsensus, pada Juli diperkirakan terdapat penambahan 258 ribu tenaga kerja, lebih rendah dibandingkan penambahan sebesar 372 ribu pada Juni.

Pelaku pasar ingin melihat apakah kondisi tenaga kerja terpengaruh oleh kebijakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve AS atau The Fed, dalam menaikkan suku bunga acuan.

Bursa Eropa bergerak sedikit menguat pada perdagangan kemarin. Bank Sentral Inggris menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dari 1,25 persen menjadi 1,75 persen, kenaikan terbesar dalam 27 tahun terakhir.

Sementara itu bursa Asia bergerak menguat pada perdagangan kemarin. Pasar mulai mengalihkan fokus dari ketegangan geopolitik China-AS. Saham Alibaba melonjak 5 persen jelang rilis kinerja kuartal II 2022.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 194,94 poin atau 0,7 persen ke 28.127,14, Indeks Hang Seng naik 4,53 poin atau 0,02 persen ke 20.178,57, dan Indeks Straits Times meningkat 13,8 poin atau 0,42 persen ke 3.283,66.

Baca Juga: Info Saham: IHSG Dibuka Menguat 17,72 di Tengah Perkiraan Ekonomi Domestik Tumbuh 5 Persen

 

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tablet Oppo Pad Air Akan Segera Dirilis di Indonesia

Kamis, 11 Agustus 2022 | 21:36 WIB
X