• Rabu, 10 Agustus 2022

Beralih Gunakan Listrik PLN, PT STIM Optimis Bisa Menghemat Biaya Produksi 50 Persen

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 11:20 WIB
PT Sinar Tayan Inti Mulya atau PT STIM beralih gunakan listrik PLN dengan layanan premium daya 5.540.000 VA. (Insidepontianak.com/Ist)
PT Sinar Tayan Inti Mulya atau PT STIM beralih gunakan listrik PLN dengan layanan premium daya 5.540.000 VA. (Insidepontianak.com/Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com - PT Sinar Tayan Inti Mulya atau PT STIM beralih gunakan listrik PLN dengan layanan premium daya 5.540.000 VA.

Penggunaan listrik PLN itu dilakukan PT STIM untuk menghemat biaya produksi. Dengan menggunakan listrik PLN, perusahaan meyakini bisa menekan biaya produksi hingga 50 persen.

Penandatanganan nota kesepahaman layanan premium dilakukan oleh Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Kalbar, Rizal Azhari, dengan Direktur PT STIM, Sumin, di Hotel Ibis Pontianak, pada akhir Juli lalu.

Perusahaan yang mengolah minyak inti sawit atau Palm Kernel Oil (PKO) ini sebelumnya menggunakan pembangkit sendiri dengan mesin pembangkit captive power bertenaga uap dengan kapasitas sebesar 5 MW.

"Menggunakan listrik PLN tentunya lebih praktis, efektif dan efisien. Kami yakin dapat meningkatkan produktivitas dan mampu menekan biaya produksi lebih dari 50 persen," kata Sumin.

Baca Juga: Fransiskus Ason Nyatakan Siap Maju Calon Bupati Pilkada Sanggau 2024

Melihat stok bahan baku kernel di Kalbar cukup banyak, Sumin menyebut PT STIM berencana meningkatkan produktivitas operasional pabrik dengan menambah daya listrik hingga 10 MW.

Ia juga mengakui layanan PLN sangat memuaskan. Semua proses layanan pasang baru dilakukan dengan cepat, transparan, dan tidak berbelit-belit.

"Dukungan PLN dengan menyediakan pasokan listrik yang andal, tentunya dapat mendorong pertumbuhan iklim bisnis dan industri yang saat ini sedang berkembang di Kalimantan Barat," tutur Sumin.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X