• Rabu, 10 Agustus 2022

Sri Mulyani: Alokasi Anggaran Stunting 2022 Capai Rp44,8 Triliun

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 14:56 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam Webinar Keterbukaan Informasi Publik bertajuk Kolaborasi Atasi Stunting melalui Dukungan APBN untuk Indonesia Emas 2045 yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (4/8/2022).  (Antara)
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam Webinar Keterbukaan Informasi Publik bertajuk Kolaborasi Atasi Stunting melalui Dukungan APBN untuk Indonesia Emas 2045 yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (4/8/2022). (Antara)


JAKARTA, insidepontianak.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan peranan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN sangat penting dalam menurunkan angka stunting di Indonesia pada tahun 2024 menjadi 14 persen dari tahun 2021 yang sebesar 24,4 persen.

"Anggaran stunting tahun 2022 adalah sebesar Rp44,8 triliun," ujar Sri Mulyani dalam Webinar Keterbukaan Informasi Publik bertajuk Kolaborasi Atasi Stunting melalui Dukungan APBN untuk Indonesia Emas 2045 yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Secara perinci jelas Sri Mulyani, anggaran APBN tersebut dialokasikan di 17 Kementerian/Lembaga (k/l) sebesar Rp34,1 triliun dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang masuk melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD senilai Rp8,9 triliun.

Dengan alokasi dana APBN yang tersebar itu, Sri Mulyani menuturkan mobilisasi dari seluruh Kementerian/Lembaga pusat dan daerah pun menjadi sangat penting karena isu tersebut tidak hanya ditangani oleh satu Kementerian/Lembaga.

Baca Juga: Sri Mulyani: Kinerja Positif APBN Jadi Modal untuk Antisipasi Dampak Gejolak Global

Menurut Sri Mulyani meski sudah terdapat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang mengkoordinasi permasalahan stunting dan Kementerian Kesehatan yang mengakomodir Posyandu hingga Puskesmas, masih terdapat Kementerian/Lembaga lainnya baik di pusat maupun daerah yang sangat berperan.

Sri Mulyani mencontohkan salah satunya yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang berperan menyediakan air bersih lantaran stunting sangat bergantung kepada kebersihan dan sanitasi di masing-masing wilayah.

"Supaya anak-anak tidak mengalami diare, maka membutuhkan air bersih dan sistem sanitasi yang sehat," ungkap Sri Mulyani.

Maka dari itu, Sri Mulyani mengungkapkan seluruh hal mengenai stunting kini sedang menjadi fokus pemerintah karena tidak hanya akan sangat mempengaruhi masa depan anak, namun juga masa depan Indonesia.

Baca Juga: Bank Dunia Dukung Upaya Pencegahan Stunting di Lombok Tengah

Editor: Haksoro

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X